oleh

APTISI Bangun Komunikasi dengan ACICIS

PortalMadura.Com, Australia – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) membangun komunikasi dengan ACICIS (Australian Consortium For In Country Indonesian Studies).

“Tadi kita diterima di Univ Murdoch oleh Prof David T Hill. Beliau merupakan ACICIS Consortium Director,” kata Rektor Unija Sumenep, Alwiyah pada PortalMadura.Com, di Australia, Selasa (8/9/2015).

Ia menjelaskan, ACICIS merupakan konsorsium internasional non profit yang terdiri dari 24 universitas terkemuka di Australia, Selandia Baru, Inggris, Belanda, dan Kanada yang memiliki program studi mengenai Indonesia (Indonesian Studies).

ACICIS didirikan pada tahun 1994 ketika Universitas Murdoch memperoleh dukungan dari Australian Department of Employment, Education and Training (DEET).

Programnya, untuk menyediakan pilihan yang lebih luas bagi para mahasiswa Australia menempuh program studi tentang Indonesia dengan cara mengkoordinasikan aksesnya ke dalam semester regular atau setara dengan kursus yang berlaku di universitas di Indonesia.

“Dan ACICIS telah mengirimkan 2.000 mahasiswa ke Indonesia. ACICIS mempunyai kantor di Jogjakarta dan Jakarta. Sedangkan kantor pusatnya di Murdoch University, Australia,” urai Alwiyah.

Ada 40 peserta Rektor dan Ketua Yayasan dari berbagai PTS di Indonesia. “Unija juga akan menjajaki kerjasama dengan ACICIS,” katanya.

Rektor cantik ini bersama Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) berkunjung ke negara Australia dalam rangka melakukan kerjasama dengan berbagai universitas.(Hartono)


Tirto.ID
Loading...

Komentar