oleh

Awas! Jambret Pakai Motor Vixion Putih Gentayangan di Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dihimbau lebih waspada dengan aksi tindak pidana kriminal, semisal perampokan, penjambretan maupun kejahatan lainnya.

“Terutama ditempat sepi, baik malam maupun siang hari. Jadi, harus lebih waspada,” himbau Kapolres Sumenep AKBP Rendra Redita Dewayana melalui Kasubag Humas, AKP Hasanudin, pada PortalMadura.Com, Selasa (21/6/2016) malam.

Menurutnya, ditengah aktivitas masyarakat yang cukup tinggi pada bulan Ramadan juga memancing pelaku kriminal semakin merajalela. “Jika melihat hal-hal yang mencurigakan atau warga yang menjadi korban tindak pidana kriminal secepatnya melapor pada petugas terdekat,” katanya.

Selama ini, para korban tindak pidana kriminal jarang yang langsung melapor pada petugas. “Sebaiknya melapor, minimal bisa menjelaskan ciri-ciri pelaku, sehingga petugas dapat menggali lebih dalam lagi terhadap pelaku,” ujarnya.

Sementara, merujuk pada data internal PortalMadura.Com, yang dihimpun dari netter menujukkan tindak pidana kriminal berupa penjambretan selama satu bulan terakhir cukup marak.

Lebih dari lima kasus penjambretan terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sumenep. “Setengah bulan sebelum bulan puasa terjadi kasus serupa di Desa Batuan. Jambret dengan mengendarai motor Vixion putih,” kata Akang Ibnu Achmed.

Selain itu, pada tanggal 28 Mei 2016, terjadi di wilayah Batuan, Sumenep. “Tas milik mbak sepupuku berisi uang Rp40 juta dijambret,” terang HeNry Pamor Crew.

Di wilayah Parsanga juga terjadi penjambretan sebelum Ramadan korbannya warga Dungkek. Dan yang masih segar dalam ingatan adalah korbannya Busani (50), warga Desa Sadulang, Kecamatan/pulau Sapeken, dan Ita (24) serta Desi (11), keduanya warga Desa Aeng Baje Kenek, Kecamatan Bluto, Sumenep.

Ketiganya menjadi korban penjambretan hingga mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sumenep. Lokasinya, di jalan dekat terminal Arya Wiraraja dengan pelaku naik motor vixion putih. Bahkan, hari ini, Selasa (21/6/2016) penjembretan juga terjadi di Sumenep.

“Hanya beberapa korban yang melapor ke kami. Penjembretan yang hari ini juga tidak ada laporan. Kami hanya mendengar, namun tempat kejadian perkaranya tidak tahu,” tegas Hasanudin.

Petugas kepolisian, sambungnya, sudah berupaya meminimalisir terjadinya tindak pidana kriminal tersebut dengan cara melakukan patroli. “Mohon kerjasamanya juga la, biar para pelaku tindak pidana kriminal itu dapat diamankan oleh petugas,” pungkasnya.(Hartono)


Tirto.ID
Loading...

Komentar