Ayahnya Dieksekusi Mati, Putra TKI asal Bangkalan Kirim Surat ke Presiden Jokowi

Putra TKI asal Bangkalan
Putra TKI asal Bangkalan
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Bangkalan – Mustofa, putra kedua dari Zaini Misrin Arsyad, TKI asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang dieksekusi mati di Arab Saudi menulis surat untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pak Presiden Jokowi, sudah mengawal kasus abah (ayah, red),” katanya, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, pemerintah Indonesia telah membantu mengawal proses hukum dengan maksimal, meski pada akhirnya pemerintah Arab Saudi tetap melakukan eksekusi mati.

“Saya hanya bertemu empat kali selama hidup saya, dulu waktu umur tiga tahun, dan ketiga kalinya lagi difasilitasi oleh pemerintah,” katanya dengan raut wajah sedih.

Ayahnya pernah meyakinkan akan berkumpul kembali bersama keluarga di Madura mengingat Zaini tidak melakukan pembunuhan kepada majikannya seperti yang dituduhkan polisi Arab Saudi.

Baca Juga:  Sempat Saling Dorong, Begini Penampakan Kapolres Tandatangani Pakta Integritas Versi PMII Sumenep

“Ternyata abah dieksekusi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” ucapnya.

Mustofa sangat terpukul dengan kabar eksekusi tersebut, hingga jenazah ayahnya tidak bisa dipulangkan ke Madura.
“Terpukul sekali,” katanya.

Mustofa berharap, pemerintah tidak melupakan kasus yang menimpa orang tuanya, dan juga tidak ada lagi kasus serupa terhadap TKI yang lain.

Zaini Misrin adalah TKI asal Bangkalan yang berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2002 dan bekerja sebagai sopir.

Pada tahun 2004, korban dituduh membunuh majikannya, sehingga dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah setempat.(Hamid/Nanik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.