oleh

Ayo …! Rasakan Lezatnya Pentol CINTA Sumenep

SUMENEP (PortalMadura) – Bila anda ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pasti akan mendengar nama makanan ‘PENTOL CINTA’. Nama Pentol Cinta ini, populer di kalangan masyarakat sejak satu tahun terakhir. Lebih-lebih di kawula muda-mudi.

Seperti pada umumnya, PENTOL tentu bahannya tak lepas dari tepung terigu, tepung kanji, bawang dan bahan perasa. Kalau Pentol Cinta, selain bumbu tersebut, bahan dasarnya dari tahu. Lalu, ada saos dan cabe sebagai bahan campuran saat siap disajikan.

Kelihatannya memang sederhana, layaknya seperti pentol tahu pada umumnya. Namun, Pentol Cinta yang sudah tersiar kemana-kamana, penggemarnya justru hampir semua lapisan masyarakat Sumenep. Baik keturunan maupun masyarakat pribumi.

Memang harus sabar antri bila ingin mencicipi keistimewaan Pentol Cinta buatan Ny. Maski (39), yang digelar di rumahnya sendiri, di Jalan Raya Gapura, Desa Poja, Kabupaten Sumenep. Pembeli selalu antri. Lebih-lebih pada jam istirahat kantor atau sepulang anak-anak sekolah/mahasiswa.

“Rasanya memang khas. Lezat, enak dan sesuai dengan selera orang Madura dan Jawa,” ujar Temmy, salah seorang pembeli dari Surabaya, Minggu (10/11/2013).

Tempatnya, seperti disengaja dibuat lesehan dan sangat luas. Nuansa alami pun masih terasa. Selain tempatnya memang di dataran tinggi, juga dikemas natural. Para pembeli terlihat santai sambil ngobrol dengan hidangan pentol tahunya.

Omzet

Apapun bisnisnya, jika ditekuni dan mampu melihat peluang pasar, tentu lambat laun akan menikmati indah dan manisnya berbisnis. Ny. Maski, telah 3 tahun menjalankan binis pentol dengan bahan dasar tahu.

Sejak satu tahun terakhir ini, omzetnya melambung tinggi hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari. Para pekerjanya yang sengaja direkrut dari warga sekitar mampu memberi gaji antara Rp30 ribu sampai Rp50 ribu perorang.

“Tergantung pada pola dan cara kerja serta batas waktu yang tersedia. Jam kerjanya dari pukul 05:00-12:00 Wib. Setelah itu istirahat dan mulai bekerja lagi pukul 19:00-23:00 Wib,” kata Ny, Maski.

Dia menjelaskan, proses pembuatan pentol tahu, awalnya menghabiskan 6 sampai 8 papan tahu, namun dalam perkembangannya mencapai 150 papan perhari. Bahkan, mencapai 200 lebih papan tahu perhari. “Lebih dari 30 orang yang bekerja, mas,” ujarnya.

Maspoja Menjadi Pentol Cinta

Nama Pentol Cinta sebenarnya bukan sebuah nama yang diniatkan dari awal. Sebab, semula Ny. Maski memberi nama Pentol Maspoja. Nama ini gabungan dari nama awal dirinya ‘Mas’ dan Poja nama desa yakni Desa Poja.

Dalam perkembangannya, para pembeli dari kalangan kawula muda sering menyebut-nyebut Pentol Cinta. Entah apa yang melatar belakangi, sehingga dikenal Pentol Cinta.

“Saya juga tidak menolak dengan sebutan Pentol Cinta. Akhirnya semakin populer dengan nama tersebut dan dijadikan nama baku,” tukasnya.(Redaksi).


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE