Bagaimana Tahap Perkembangan Indra Bayi dalam Kandungan?

  • Bagikan
Hasil USG Perkembangan Bayi
ilustrasi

PortalMadura.Com – Sistem indra manusia tidak hanya berfungsi ketika telah lahir ke dunia. Tapi, sejak di dalam kandungan atau sepanjang kehamilanpun ternyata indra manusia sudah mulai berkembang dan memengaruhi otak janin.

Nah, hal inilah yang memungkinkan kelima indra bayi (peraba, pendengar, penciuman, penglihatan, serta pengecap) sudah berfungsi ketika lahir, walaupun belum sepenuhnya maksimal. Sedangkan proses pematangannya akan berlangsung seiring dengan usia dan proses perkembangan bayi.

Untuk mengetahui pertumbuhan serta perkembangan kelima indra manusia dalam kandungan, simak ulasan berikut ini:

Indra Peraba
Sistem sensorik alias indra manusia yang paling awal berkembang adalah indra peraba. Pada janin, indra peraba mulai berkembang pada usia kehamilan sekitar 8 minggu. Pada minggu ke-12, janin mulai bisa merasakan dan merespon sentuhan di sekujur tubuhnya, kecuali bagian atas kepalanya yang tetap belum sensitif sampai lahir.

Di usia kehamilan selanjutnya, tubuh janin akan terus mengembangkan jaringan saraf yang akan mempertajam indra perabanya.

Indra Pendengar
Pembentukan sistem organ pendengaran dimulai sejak usia kehamilan 4-5 minggu. Setelah itu perkembangan dan pertumbuhan terus terjadi, baik bagian dalam atau bagian luar telinga.

Kemudian pada usia kehamilan 18-20 minggu, sistem pendengaran janin benar-benar utuh. Di usia ini, janin sudah mulai bisa mendengar suara dari dalam rahim. Ia akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung, hingga suara udara pada paru.

Lalu pada usia 24-26 minggu, janin sudah dapat merespon terhadap suara-suara keras yang didengarnya dengan cegukan. Selanjutnya pada kehamilan trimester tiga, suara yang paling jelas didengar janin di dalam kandungan adalah suara ibu.

Di usia ini, Anda mungkin akan lebih sering merasakan respon janin bagaimana ia akan aktif bergerak di dalam perut saat diajak berbicara.

Indra Penglihatan
Dari awal kehamilan hingga usianya ke-25 minggu, mata bayi akan selalu tertutup untuk mengembangkan retina. Barulah pada usia kehamilan 26-28 minggu, kelopak mata janin akan mulai terbuka. Janin akan membuka matanya sesekali, walaupun ia belum dapat melihat apapun.

Selanjutnya pada trimester tiga, janin sudah bisa mendeteksi cahaya terang yang masuk ke dalam rahim, baik itu sinar matahari ataupun sinar lampu. Namun, hal ini akan bergantung pada faktor-faktor ketebalan rahim, otot, serta pakaian yang digunakan ibu.

Indra Penciuman dan Pengecap
Indra pengecap terhubung dengan indra penciuman. Pada usia 11-15 minggu, reseptor yang akan digunakan janin untuk mendeteksi bau dan rasa sudah mulai berfungsi. Sejak di dalam rahim, janin sebenarnya sudah bisa mendeteksi bau dari makanan yang Anda makan dan aroma yang Anda hirup melalui cairan ketuban yang melewati mulut serta hidung janin.

Penelitian menunjukkan bahwa janin lebih menyukai rasa manis dibandingkan dengan rasa pahit dan asam. Janin akan menelan lebih banyak air ketuban ketika rasa manisnya tinggi, dan janin tidak menelan banyak air saat rasa air ketuban pahit.

Diperkirakan pada usia 21 minggu, janin bisa memahami rasa kenyang dari cairan ketuban dengan menggunakan indra penciuman serta pengecapnya. (hellosehat.com/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.