Baiat Penganut Syiah ke Aswaja, Dinkes Sampang Siap Rapid Test

Avatar of PortalMadura.com
Baiat Penganut Syiah ke Aswaja, Dinkes Sampang Siap Rapid Test
Ilustrasi (kabarmadura.id)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sampang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akan melakukan rapid test kesehatan terhadap penganut syiah yang hendak mengikuti pembaiatan kembali pada ajaran Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja).

Rencana baiat di jadwal Kamis (5/11/2020) di Pendopo Trunojoyo Sampang.

Pelaksana tugas (Plt) Dinkes Sampang, Agus Mulyadi menyampaikan, ada ratusan penganut aliran syiah yang siap melakukan pembaitan. Mereka akan dilakukan rapid test terlebih dahulu demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Petugas kesehatan dibantu dokter dari unsur Polres Sampang akan diterjunkan.

“Ada enam petugas analis laboratorium dibantu dokter polisi untuk melakukan rapid test sebelum penganut syiah diberangkatkan ke lokasi pembaiatan,” terangnya, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga:  Anggota Dewan Desak Pemkab Sampang Segera Gelar Pilkades Serentak

Jika ada yang dinyatakan reaktif, pihaknya akan menyerahkan dan saling berkoordinasi kepada panitia untuk dilakukan penanganan intensif.

Menurutnya, proses pelaksanaan baiat tentu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) supaya dapat mencegah dan tidak terjadi klaster baru Covid-19.

“Mereka (peserta) baiat yang hadir harus mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Sekretariat Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan mengaku telah menyiapkan fasilitas dan segala kebutuhan penting demi kelancaran pelaksanaan pembaiatan terhadap penganut syiah untuk kembali pada ajaran Aswaja.

“Pemerintah daerah sebagai fasilitator dalam rencana pembaiatan penganut syiah,” ungkapnya.

Seusai mengikuti pembaitan, mereka bukan berarti langsung pulang ke kampung halaman masing-masing, Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben.

Baca Juga:  Ambunten dan Lenteng Tertinggi, PMK Merambah Kepulauan Sumenep

“Setelah dibaiat, maka kembali lagi ke Sidoarjo, bukan lantas bisa kembali ke kampung halaman. Poin utamanya, mereka kembali pada ajaran Aswaja,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.