Baling-Baling Patah, KLM Cinta Kembar Sempat Hilang Kontak

Penulis: HartonoEditor: Hartono
Baling-Baling Patah, KLM Cinta Kembar Sempat Hilang Kontak
PLM Cinta Kembar diperkirakan ada pada jarak 32 mill barat daya pulau Giliyang Kecamatan Dungkek atau lurus daratan Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep (Humas Polres Sumenep)

PortalMadura.Com, Sumenep – Kapal Layar Motor (KLM) Cinta Kembar yang berlayar dari Kalianget pada Minggu (7/8/2022) sekitar pukul 02.00 WIB sempat hilang kontak.

Kapal barang itu, milik Moh. Taufik, warga Bawean, Kabupaten Gresik, dinahkodai H. Tolak (55), warga Desa/Kecamatan Arjasa (Kangean), tujuan Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa (Kangean).

Bila perjalanan laut lancar, seharusnya pada Senin (8/8) dini hari sudah sandar di Pelabuhan Batu Guluk. “Hari ini ada kabar, bahwa as propeller atau baling-baling kapal patah,” terang Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, Jumat (12/8/2022).

Kabar yang diterima pada pukul 14.45 WIB dari agen kapal menyebutkan, bahwa kapal diperkirakan ada pada jarak 32 mill barat daya pulau Giliyang Kecamatan Dungkek atau lurus daratan Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.

“Rencananya akan bersandar sementara di perairan Kecamatan Ambunten, karena dari titik koordinat lebih dekat dengan daratan Ambunten,” katanya.

KLM Cinta Kembar dengan tanda selar No. 961/Mg berkapasitas 17 gross tonnage (GT) membawa ABK (anak buah kapal), Karno (60) dan Sukarto alias Cucuk (55). Keduanya warga Desa/Kecamatan Arjasa, Sumenep.

KLM Cinta Kembar seharga Rp200 juta itu, membawa muatan 15 ribu biji genteng, 200 sak semen dan 50 dos keramik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.