oleh

Bank Indonesia: Literasi Ekonomi Syariah Masih Rendah

PortalMadura.Com – Bank Indonesia menilai literasi masyarakat Indonesia mengenai ekonomi dan keuangan syariah masih rendah.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Suhaedi mengatakan, Bank Indonesia bersama stakeholder keuangan syariah lain, seperti Komite Nasional Keuangan Syariah, serta kementerian/lembaga pemerintah ingin mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan keuangan dan ekonomi syariah global,” jelas Suhaedi, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Mengutip laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mei 2019, literasi keuangan syariah di Indonesia hanya sebesar 8,1 persen, jauh di bawah bank konvensional sebesar 29,5 persen. Akibatnya, pangsa pasar bank syariah hanya sebesar 5,85 persen atau Rp 484 triliun dari total aset perbankan nasional.

Sebab itu Bank Indonesia akan kembali menggelar Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) 2019 di Jakarta pada 12-17 November.

Melalui acara tersebut Bank Indonesia mendorong pengarusutamaan ekonomi syariah sebagai bagian dari kebijakan ekonomi nasional dan internasional. Namun Suhaedi tidak merinci kebijakan pengarusutamaan yang akan dibahas melalui seminar ini.

Loading...

Suhaedi menjabarkan bahwa dalam ISEF 2019 nanti akan ada 10 konferensi yang membahas ekonomi dan keuangan syariah seperti Summit Islamic Services Board untuk mengatur standar setting lembaga keuangan Islam.

Selain itu, diadakan pertemuan Organisasi Kerja sama Islam untuk membahas keuangan sosial Islam termasuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang menyimpan potensi besar, namun belum termanfaatkan dengan baik.

“Kita manfaatkan forum ini untuk menyosialisasikan bahwa wakaf tidak hanya penyediaan tanah untuk pendidikan, rumah sakit, masjid, dan kuburan saja, tapi juga untuk kegiatan produktif,” jelas dia.

Di forum ini juga akan dibahas pengembangan industri halal internasional di setiap negara.

“Ada juga konferensi haji internasional untuk pengelolaan dana haji agar lebih produktif dan manfaat, serta wisata halal dan sarasehan pesantren Indonesia,” imbuh dia.

Suhaedi menambahkan akan ada 5 institusi internasional dan multinasional yang berpartisipasi dalam acara tersebut serta melibatkan 25 panelis pembicara dari luar negeri.

Selain itu akan hadir perwakilan dari lebih 50 negara dan 100 lembaga internasional, 1.000 eksekutif dari lembaga keuangan Islam internasional dan akan dihadiri 10 ribu lebih pengunjung.(*)


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Anadolu Agency

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar