Bank Jatim Serahkan CSR dan Launching Uji Kir Online & Samsat Bunda Sumenep

  • Bagikan
Bank-Jatim-Serahkan-CSR-dan-Launching-Uji-Kir-Online-&-Samsat-Bunda-Sumenep
Launching Uji Kir Online & Samsat Bunda Sumenep (@portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Bank Jatim menyerahkan CSR (Corporate Social Responsibility) sekaligus me-launching Uji Kir Online dan Samsat Bunda di Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu malam (15/12/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Keraton Sumenep dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Harmanta, Dirut Bank Jatim Busrul Imam, Wabup Sumenep Dewi Khalifah dan jajaran serta staf Bank Jatim Sumenep.

Dirut Bank Jatim Busrul Imam menjelaskan, Bank Jatim adalah milik masyarakat Jatim dengan kepemilikan saham sebesar 51 persen pemprov, 28 persen milik kota/kabupaten di Jatim. Sisanya, milik publik.

Maka salah satu tanggung jawab sosial yang harus dilakukan Bank Jatim adalah CSR yang merupakan wujud pemberian kemanfaatan pada masyarakat Jatim. “Bank Jatim Sumenep, salah satunya melakukan pengecatan rumah sakit umum dan memberikan sarana dan sarana pariwisata,” terangnya.

Sedangkan CSR Bank Jatim Kangean, berupa Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Kangean. “PJU di Kangean itu, mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bank Jatim juga memberikan hadiah secara simbolis bagi nasabah simpeda senilai Rp100 juta dan Rp50 juta.

Bank Jatim
Bank Jatim memberikan hadiah secara simbolis bagi nasabah simpeda (@portalmadura.com)

Uji Kir Online dan Samsat Bunda

Warga Sumenep mendapat fasilitas kemudahan dalam pembayaran uji kir dan pajak kendaraan bermotor melalui program uji kir online dan Samsat Bunda Sumenep.

Dirut Bank Jatim Busrul Imam menjelaskan, uji kir online merupakan fasilitas bagi warga Sumenep dalam melakukan pembayaran online saat uji kir yang terintegrasi langsung dengan kas pemerintah daerah.

Sedangkan Samsat Bunda adalah pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dapat dilakukan di desa masing-masing melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah terdaftar menjadi agen Laku Pandai Bank Jatim.

“BUMDes sendiri, nantinya akan menerima profit sharing [bagi hasil usaha] dari produk tersebut,” terangnya.

Sementara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Harmanta menjelaskan, dua produk itu adalah terobosan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran, selain wujud transparansi keuangan daerah.

“Nantinya, diharapkan Sumenep memiliki tingkat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (Pemda) yang semakin meningkat. Dan mudah-mudahkan menjadi kabupaten berlabel digital,” harapnya.

Pihaknya mengapresiasi dengan implementasi QRIS yang terus tumbuh sangat pesat di Sumenep sejak 3 tahun terakhir. Pengguna QRIS di tahun 2019 kisaran 600-an merchant, tahun 2020 menjadi 8.500 merchant.

“Pada tahun 2021 ini, meloncat hingga 120 persen atau 19 ribu merchant QRIS,” katanya.

“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan transaksi yang sifatnya digital. Kami dari BI juga akan meningkatkan kemampuan digitalisasi,” tandasnya.

Sementara, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengatakan, tanggung jawab sosial perusahana merupakan tindakan perusahaan dalam memenuhi tanggung jawab sosialnya bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah mendukung CSR yang produktif, inovatif dan multiplier effect [efek ganda]. Dan CSR itu adalah cara perusahaan untuk menjawab kritikan sosial dalam membangunan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, perusahaan yang baik tidak hanya memburu ekonomi belaka, tetapi peduli terhadap lingkungan terdampak, baik dampak ekonomi maupun dampak sosial.

“CSR Bank Jatim yang diwujudkan dalam sarana prasarana wisata di Desa Ketawang dan di rumah sakit umum serta PJU di Kangean adalah bentuk tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Pihaknya berharap, pada program CSR Bank Jatim terus berjalan secara berkelanjutan dan berkesinambungan yang sekaligus menyentuh program prioritas pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan, Bank Jatim bisa melakukan revitalisasi Lapangan Gotong Royong sehingga menjadi tempat berkumpul yang layak bagi pelaku seni budaya dalam berdiskusi maupun kegiatan lainnya,” harapnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.