oleh

Bantuan Masjid dan Musala, Legislator Sumenep: Jangan Ada Pungli

PortalMadura.Com, Sumenep – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Samieoddin meminta pihak manapun untuk tidak melakukan Pungutan Liar (pungli) atas bantuan masjid dan musala di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Jangan sampai ada pungli di Sumenep. Apalagi bantuan masjid dan musala. Karena perbuatan itu sangat keji,” tegasnya, Rabu (8/9/2021).

Pihaknya meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengawal pencairan bantuan dana bagi masjid dan musala di Sumenep supaya tidak terjadi dugaan pungli seperti Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

“Ini dapat dipastikan ada oknum yang mengklaim menembusi bantuan itu. Maka perlu dikawal sampai semuanya benar-benar terealisasi dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, takmir masjid ataupun musala harus benar-benar cerdas dan memahami hal tersebut. Sebab, kata dia, jika takmir cerdas dalam mengoperasikan semuanya dipastikan tidak terjadi pungli.

“Mereka harus paham dengan sistem teknologi yang sekarang ini biar tidak terjadi adanya penyalahgunaan bantuan dana itu,” tegasnya.

Kementerian Agama (Kemenag) pusat meluncurkan program bantuan dana untuk masjid dan musala di seluruh Indonesia dengan total anggaran Rp 6,9 miliar.

Rinciannya, Rp 6,2 miliar akan diberikan kepada masjid dan Rp 700 juta akan diberikan untuk musala. Tiap masjid mendapat bantuan sebesar Rp 20 juta, sedangkan musala sebesar 10 juta.

Bantuan tersebut diperuntukkan ke takmir masjid atau musala untuk menerapkan protokol kesehatan dan mempercepat penanganan Covid-19. (*)

Komentar