oleh

Banyak Pemilih Tanpa NIK, KPU Panggil Dispendukcapil

PortalMadura.Com, Sumenep – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur akan mengundang Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan PPK se-Kabupaten Sumenep guna mengkoordinasikan data pemilih yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Sebab, selama pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada setempat ada yang tidak memiliki NIK.

“Kami berencana mengundang Dispendukcapil dan PPK untuk melakukan koordinasi soal pemilih yang belum ada NIK-nya,” ungkap A Warits, ketua KPU Sumenep, Rabu (12/8/2015).

Pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dilakukan sejak tanggal 15 Juli hingga 19 Agustus 2015.

“Kami akan mengkoordinasikan masalah itu, terutama dengan Dispendukcapil yang memang berwenang membuat NIK,” tuturnya.

Warits menuturkan, jumlah data pemilih yang tidak ada NIK-nya hingga saat ini masih belum diketahui secara keseluruhan karena memang masih proses coklit data pemilik.

“Jumlah total data pemilih yang masih belum ada NIK-nya belum dihitung dan menunggu tuntasnya pelaksanaan coklit,” bebernya.

Selain tidak ada NIK, lanjutnya, petugas juga menemukan sejumlah data pemilih yang memiliki nama ganda, misalnya satu nama tertulis Ach, sedangkan yang lain tertulis Ahmad, sementara orangnya sama.

“Penulisan nama berbeda, sedangkan alamat rumah sama dan orangnya pun satu orang,” ungkapnya.

Pada Pilkada Sumenep, akan diikuti oleh dua pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Pada hari kedua pendaftaran pasangan calon, pasangan A Busyro Karim-Ahmad Fausi yang diusung PKB dan PDIP serta didukung oleh Partai NasDem, pada hari terakhir, pasangan Zainal Abidin-Dewi Khalifah mendaftar ke KPU dengan diusung 8 parpol, yakni Dekokrat, PAN, Gerindra, Hanura, PPP, PKS, Golkar dan PBB.

Masa jabatan bupati Sumenep akan berakhir pada bulan Oktober 2015, sementaran pelaksanaan pilkada dijadwalkan pada tanggal 9 Desember 2015. (arifin/choir)


Komentar