Bareng Anak Bawah Umur, Remaja Sampang “Cocok Tanam” Dua Kali Keok di Tangan Polisi

  • Bagikan
Bareng Anak Bawah Umur Remaja Sampang Cocok Tanam Dua Kali Keok di Tangan Polisi
Ilustrasi (NET)

PortalMadura.Com, Sampang – Remaja berinisial SA (19) akhirnya keok di tangan polisi. SA diduga melakukan “cocok tanam” terhadap anak bawah umur hingga dua kali.

Pelaku merupakan warga Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Korbannya Bunga (nama samaran) warga Ketapang.

Pelaku kini meringkuk di sel tahanan Polres Sampang. “Korban dengan pelaku SA telah saling mengenal,” terang Kasat Reskrim Polres Sampang Iptu Irwan Nugraha, Selasa (28/12/2021).

“Cocok tanam” yang dilakukan SA terhadap Bunga berlangsung di persawahan dekat rumah tersangka. Pertama, tanggal 3 Oktober 2021 sekitar pukul 22:00 WIB.

SA merekam aksinya menggunakan handphone pribadinya. Untuk melakukan “cocok tanam” kedua kalinya, SA mengancam akan menyebar rekaman tersebut di media sosial jika Bunga menolak melakukan hal serupa.

Bunga tak kuasa menolak. Aksi “cocok tanam” kembali dilakukan tanggal 9 Oktober 2021. “Usai kejadian, korban Bunga diantar pulang oleh pelaku sampai di gang rumah,” terangnya.

Dugaan tindak pidana asusila itu terbongkar setelah keluarga korban melihat Bunga bersikap kurang tenang. Lalu, diminta bercerita yang dialaminya.

“Bercerita menjadi korban dugaan pencabulan, keluarga Bunga langsung melaporkan pelaku SA,” katanya.

Dugaan asusila itu dilaporkan Senin (13/12/2021). Petugas kepolisian bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap SA di rumahnya tanpa perlawanan.

Atas kasus ini, penyidik menerapkan Pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No. 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Ancaman hukuman pidana lima sampai 15 tahun penjara,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.