Bawa Misi ‘Dari Kampus Untuk Desa’, 85 Mahasiswa STKIP PGRI Sumenep Ikuti KKN

KKN STKIP PGRI Sumenep
Proses pelepasan mahasiswa peserta KKN STKIP PGRI Sumenep (Foto. Istimewa for PortalMadura.Com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebanyak 85 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2019.

Membawa misi Dari Kampus Untuk Desa, mereka dilepas langsung oleh Ketua STKIP PGRI Sumenep, Dr. Asmoni, M.Pd, Selasa (30/7/2019), di Pendopo Kecamatan Ganding, Sumenep. Para mahasiswa tersebut akan disebar di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ganding.

Ketua STKIP PGRI Sumenep, Dr. Asmoni, M.Pd, mengaku sengaja mengambil tema KKN Dari Kampus Untuk Desa yang dinilainya sejalan dengan program pemerintah daerah Nata Kota, Bangun Desa.

“Target kami, keberadaan mahasiswa STKIP di desa dapat bersinergi dengan semua pihak untuk percepatan pembangunan dan kemajuan masyarakat desa itu sendiri,” terangnya.

Keseriusan STKIP PGRI Sumenep untuk membangun masyarakat desa, pihaknya membuktikan dengan adanya peserta KKN yang mayoritas adalah mahasiswa berprestasi. Mereka didominasi oleh mahasiswa peraih beasiswa prestasi, salah satunya dari program Bidikmisi.

Menurutnya, raihan tersebut tidak lepas berkat dukungan semua pihak. STKIP PGRI Sumenep mendapat kepercayaan dari pemerintah dengan alokasi beasiswa Bidikmisi terbanyak se-Madura.

“Tahun ini saja, STKIP dipercaya untuk mengelola beasiswa Bidikmisi lebih dari 400 mahasiswa,” sebutnya.

Baca Juga:  Wanita Sumenep GNOC, Terkena Gendam dan Jadi Korban Penipuan Puluhan Juta

Di hadapan mahasiswa, ia berpesan agar menjaga nama baik almamater dalam etika pergaulan di tengah kehidupan masyarakat. Semua Mahasiswa KKN harus mampu menunjukkan diri sebagai kaum akademisi berkualitas.

“Tunjukkan karya dan kekaryaan kalian, dengan begitu kalian telah membawa nama baik STKIP bersama masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih pada semua pihak, khususnya Forpimka Ganding, kepala desa dan pihak lain yang sudah terbuka serta mau menerima mahasiswa STKIP PGRI Sumenep untuk melaksanakan pengabdian dalam program KKN.

Sementara, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ganding, Sumenep, Arman Mustafa, S.Sos, MH, mengajak mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep untuk ikut andil membangun masyarakat Ganding melalui pendidikan dan potensi alam yang ada.

“Berikan pendampingan pendidikan kepada masyarakat, dan inovasi-inovasi keterampilan,” ujarnya mewakili pimpinan Forpimka setempat.

Ia berharap peserta KKN agar cepat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, sehingga program yang akan dijalankan akan mudah diterima dan tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang ada di masyarakat.

“Sesuaikan dengan adat-istiadat yang ada di desa, jangan melawan arus,” ucapnya.

Senada disampaikan Ketua Panitia KKN, Mulyadi, M.Pd, peserta KKN merupakan mahasiswa pilihan yang akan memberi kesan dan pengaruh positif di masing-masing desa yang tersebar di Kecamatan Ganding.

Baca Juga:  Sumenep Hadapi Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kreatif Kemenparekraf

“Kalian adalah mahasiswa pilihan yang diutus kampus untuk mengabdi kepada masyarakat,” katanya sembari memberi semangat di hadapan mahasiswa KKN.

Ia yang juga Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STKIP PGRI Sumenep, menyebutkan, KKN tematik transformatif ditempatkan di enam desa.

Desa sasaran meliputi, Ketawang Karay, Ketawang Larangan, Ketawang Parebaan, Rombiya Barat, Rombiya Timur, dan Desa Bataal Barat.

Dijadwalkan, program KKN akan berlangsung sejak tanggal 30 Juli sampai 29 Agustus 2019.

Pada proses pelepasan peserta KKN STKIP PGRI Sumenep tersebut, dihadiri Forpimka Ganding, unsur UPT Pendidikan, UPT Kesehatan dan sejumlah kepala desa yang menjadi sasaran KKN.(*)

Baca Juga :

https://portalmadura.com/gubernur-jatim-ingin-bangun-islamic-center-suramadu-sisi-madura-203602


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.