Bawang Manjung, Potensi Alam Pamekasan Yang Jadi Penyangga Bibit Nasional

Avatar of PortalMadura.com
Bawang Manjung, Potensi Alam Pamekasan Yang Jadi Penyangga Bibit Nasional
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan melihat bawang manjung (Foto: Marzukiy)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ternyata memiliki kekayaan alam luar biasa berupa bawang manjung yang diakui di tingkat nasional. Varietas bawang ini memiliki kelebihan dari bawang-bawang biasanya.

Bawang merah varietas manjung sejauh ini hanya ada di daerah yang berjuluk Gerbang Salam tersebut. Kelebihannya adalah bisa hidup di semua musim, baik kemarau atau penghujan. Sehingga tidak perlu repot dan bingung soal cuaca atau musim untuk menanam bawang varietas manjung tersebut.

“Ini ditanam di luar musim, maksudnya di luar musim yang lain tidak bisa tanam bawang manjung ini. Kami sedang mengidentifikasi tanah, di mana saja yang bisa ditanami,” ujar Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Nolo Garjito, Kamis (21/3/2019).

Pusat pengembangan bawang manjung tersebut berada di Desa Bangsereh Kecamatan Batumarmar dengan luas lahan mencapai 600 hektare. Ada sebagian pula di Kecamatan Pasean, dan Kecamatan Galis. Hasil panen bawang merah varietas Manjung asli Pamekasan ini memiliki daya tahan tinggi saat musim hujan dengan produktivitas 6-7 ton per hektare, bahkan bisa mencapai 10 ton per ha di musim kemarau.

Baca Juga:  5 Surat Yang Dibaca Saat Hamil Muda

“Makanya (bawang manjung, red) menjadi penyangga bibit nasional, sekarang ada program pengembangan wawasan, tanahnya harus sesuai. Kita dari pertanian sedang mengidentifikasi yang bisa dikembangkan di mana saja, karena tidak semua kecamatan bisa dilaksanakan pengembangannya,” tandasnya.

Bawang dengan varietas manjung ini teksturnya sama dengan bawang biasa, hanya warnanya lebih merah dan lebih lonjong. Bawang manjung tersebut sekarang menjadi varietas unggul nasional dan telah mendapatkan sertifikasi oleh Menteri Pertanian.

“Harapan kami ke depan, bawang manjung ini menjadi bibit penyangga nasional di kala bawang-bawang yang lain tidak ada. Mereka kan sudah punya stok di rumahnya masing-masing di daerah utara itu, dari situ mereka dapat mengembangkan bawang-bawang itu dan mendistribusikan bahkan menjual ke daerah lain,” harap dia.

Baca Juga:  Petani Harus Tahu, Begini Cara Hitung Zakat Hasil Pertanian

Baca Juga : Terbukti Ikut Kampanye, Inspektorat Bangkalan Panggil Tiga ASN

Pamekasan sebagai sentra bawang merah di Pulau Madura memiliki luas panen tahun 2018 sebesar 2.600 an hektare, terbesar di kecamatan batumarmar, dengan produksi 186 ribu kuintal, naik dibandingkan tahun 2017. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan APBN senilai lebih dari 42 miliar termasuk bantuan benih hortikultura yang dialokasikan untuk Kabupaten Pamekasan di tahun 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.