oleh

Bayi Miskin Ditolak BPJS, Ibu Meninggal dalam Proses Persalinan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Hariyanto (30) seorang warga Kelurahan Bugih, Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis (8/1/2015).

Ia mengadukan nasib anaknya yang baru berumur beberapa hari pasca dilahirkan, agar mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosil (BPJS) Kesehatan.

Menurut Hariyanto, istrinya Riskiyah (34) telah melahirkan dengan proses caecar dan bayinya lahir premature dengan berat 1,8 kg. Sehingga perlu perawatan intensif di RS Dr. Soetomo Surabaya.

“Istri saya meninggal pasca melahirkan dan bayi butuh perawatan intensif karena paru-parunya lemah,” kata Hariyanto di ruang lobi wakil rakyat.

Hariyanto menjelaskan, yang menjadi persoalan sekarang adalah pembiayaan perawatan bayi yang cukup tinggi, dan dirinya telah membikin kartu BPJS. Tetapi nampaknya akan kandas karena semua itu ditolak oleh pihak rumah sakit.

“Istri saya menggunakan kartu BPJS, tetapi anak saya ini ditolak karena baru membuat, dan meskipun telah sampai seminggu kartu ini tetap tidak berlaku kata pihak rumah sakit,” jelasnya sambil memegang kartu BPJS untuk anaknya.

Akibat tidak punya biaya, lanjut pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini, semua barang-barang berharganya telah terjual untuk membayar biaya anaknya. Dan sekarang dirinya mengaku sudah tidak punya harta lagi untuk dijualnya.

“Andai saya masih punya harta pasti telah saya jual, sekarang ini saya berharap dari BPJS ini tapi ternyata pihak rumah sakit menolaknya dengan alasan yang tidak jelas,” ungkapnya.

Hariyanto juga menjelaskan, pihak rumah sakit Dr Soetomo menyarankan, apabila ingin kartu BPJS itu berlaku, maka bayinya diambil dulu dan dimasukkan lagi ke rumah sakit.

“Ini aneh, bayi saya paru-parunya lemah sehingga kalau bayi itu dikeluarkan maka bayi saya juga ikut mati,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV Apik mengaku sangat prihatin dengan kondisi Hariyanto tersebut.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi ini, dan ini harus menjadi evaluasi pemerintah dalam hal BPJS, ketika ada ibu melahirkan lalau meninggal, maka perawatan bayinya langsung mendapatkan BPJS seperti halnya ibunya,” jelasnya. (reiza/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE