oleh

Belanja Pemerintah Mandek, Dana Aspirasi DPR Jadi Solusi

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, ada hal menarik terkait dengan apa yang dilakukan oleh fraksi-fraksi di DPR ketika membahas dana aspirasi. Pasalnya, penolakan terhadap program tersebut hanya dilakukan oleh 3 partai yaitu PDIP, Nasdem, dan Hanura, jadi bukan tidak mungkin program ini tidak akan mengalami permasalahan berarti diparlemen karena hampir mayoritas fraksi telah menyetujui.

“Ada dua keuntungan yang didapat oleh fraksi-fraksi yang menolak program dana aspirasi. Pertama, dengan mengajukan penolakan otomatis fraksi yang menolak akan mendapat simpati dari masyarakat. Kedua, apabila dana tersebut di sah kan, tidak ada aturan yang menyebutkan jika fraksi yang menolak tidak diperkenankan menggunakan anggaran tersebut, jadi secara langsung tiap fraksi mendapat keuntungan,” tegas Jajat, Rabu (24/6/2015).

Menurut Jajat, sebagai pemenang pemilu, PDIP tentu merupakan fraksi yang akan menerima paling banyak dana aspirasi mengingat jumlah anggota DPR dari fraksi PDIP adalah paling banyak. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah PDIP dan partai lainnya akan tetap memegang teguh prinsip apa dan siapa itu wakil rakyat sesuai dengan alasan penolakannya.

“Permintaan dana aspirasi merupakan akibat dari berbagai masalah yang ada di daerah. Kurangnya respon dari kepala daerah atas keluhan masyarakat tentunya menjadi pertimbangan utama. Namun, semuanya ini dikembalikan kepada pemerintahan Jokowi. Jika Jokowi dapat menjamin tidak akan terjadi hal seperti itu lagi tentunya akan menjadi poin plus bagi pemerintah, akan tetapi jika Jokowi belum mampu menjamin maka demi kepentingan rakyat tidak alasan bagi Jokowi untuk menolak program tersebut,” tutup Jajat. (rls/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.