oleh

Belasan Aktivis FMD Tuding DPRD Sumenep Gagal Kawal Rakyat

PortalMadura.Com, Sumenep – Belasan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Demokrasi (FMD) unjuk rasa ke kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mereka menuding anggota DPRD setempat gagal sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan rakyat.

“Dewan ini mempunyai fungsi legislasi, budgeting dan kontrol, tapi ternyata 50 wakil rakyat itu tidak sesuai dengan fungsinya,” ungkap Hazmi, korlap aksi, Kamis (31/12/2015).

Menurutnya, Sumenep ini kaya dengan sumber daya alamnya, misalnya migas, tapi ternyata rakyat di Sumenep tidak pernah merasakan hasil manisnya kekayaan alam tersebut.

Bahkan hanya mensejahterakan pihak lain diluar Sumenep.

“Buktinya, pada tahun 2008, pemerintah Kabupaten Sumenep menang dalam sengketa DBH Migas blok malio yang disengketakan, tapi sampai saat ini ketetapan Mahkamah Agung itu tidak pernah direalisasikan. Harusnya dewan memperjuangkan hal ini dengan membentuk pansus,” jelasnya.

Ia meminta, anggota dewan segera membentuk pansus untuk merealisasikan putusan MA atas sengketa DBH Migas. Sebab, hasil yudicial review di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2008, Sumenep menang dalam batas wilayah pengeboran Blok Malio di Pulau Gili Genting sehingga merubah prosentase DBH Migas antara Kabupaten Sumenep dan Provinsi Jawa Timur.

“Segera bentuk pansus agar putusan MA atas yudicial review pada tahun 2008 segera terealisasi,” pintanya.

Setelah melakukan orasi secara bergantian, mahasiswa ditemui ketua DPDR Sumenep, Herman Dali Kusuma, di pintu masuk kantor dewan. (arifin/choir)


Komentar