oleh

Belum Serahkan Draft RAPBD 2015, Fraksi Gotong Royong Warning Pemkab Sampang

PortalMadura.com, Sampang– Hingga memasuki tanggal 9 November 2014, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura Jawa Timur belum juga serahkan draf Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2015 , membuat Fraksi Gotong Royong (FGR) DPRD Sampang berang .

Padahal seharusnya antara bulan November hingga bulan Desember ini akan ada rapat pembahasan APBD tahun 2015, dan anggota DPRD Sampang dan Badan Anggran DPRD Sampang dapat melakukan kajian secara mendalam untuk menyusun APBD Sampang tahun 2015.

“Supaya anggota khususnya Banggar DPRD ada kesempatan mengkaji dan mempelajari maka Pemkab segera menyerahkan draf RAPBD berikut lampirannya,“ ujar Moh Anwar, Ketua Fraksi Gotong Royong Peringatan usai acara jaring aspirasi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat dan wartawan, Minggu 9/11/2014 di aula gedung DPRD Sampang.

Lebih lanjut Moh. Anwar mengatakan, selama ini pihak eksekutif menyampaikan draf APBD dalam waktu mepet, sehingga Anggota DPRD maupun Badan Anggaran (Banggar) tidak maksimal melakukan kajian menyeluruh, padahal APBD merupakan salah satu tolak ukur dalam perencanaan pembangunan di Sampang. Disisi lain legislatif sering menjadi “korban” saat APBD dianggap tidak mewakili semangat pembangunan.

“Seringkali pemberian draft APBD kepada legislatif mepet, sehingga kami tidak punya waktu yang cukup melakukan kajian, dan legislatif kerap disalahkan. Sekarang ini perlu ada perubahan supaya legislatif tidak menjadi sorotan publik“  tegasnya.

Secara terpisah Suhartini Kapriati, Anggota TAPD Pemkab Sampang berjanji akan menyerahkan draft APBD 2015, Senin 10 November 2014.

“Insyaalloh besok akan di serahkan mas,“tandasnya. (Det/Deny)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE