Benarkah PR Anak Bisa Pengaruhi Kesehatan Keluarga?

Benarkah PR Anak Bisa Pengaruhi Kesehatan Keluarga?
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Salah satu tugas guru kepada muridnya adalah dengan memberikan Pekerjaan Rumah (PR) agar siswanya mau belajar di rumah selain di sekolah. Tujuan ini sangatlah baik bagi anak untuk mengajarkan tentang bagaimana mengerjakan tanggung jawab yang telah diberikan oleh seorang guru. Selain itu, anak juga akan mudah memahami dan mengingat pelajaran yang telah diajarkan.

Namun sayangnya yang terjadi, justru dengan adanya PR tersebut memberikan dampak tersendiri pada kesehatan fisik maupun psikis anak bahkan orang tua hingga keluarganya. Pasalnya, sebagian anak yang mendapatkan PR bukan menjadi lebih giat untuk belajar tetapi malah semakin malas, stres hingga kurang nyaman. Lantas, benarkah PR bisa mempengaruhi kesehatan keluarga?. Berikut penjelasannya:

Adanya PR Mempengaruhi Berat Badan
Penelitian menemukan bahwa ketika semakin banyak anak mendapatkan PR, semakin banyak pula waktunya yang digunakan untuk belajar dan membaca buku atau menulis. Ini sama saja dengan mengurangi waktu anak maupun keluarga yang membantunya mengerjakan PR buat beraktivitas lainnya termasuk olahraga atau melakukan gerak tubuh.

Ketika seorang anak dan keluarganya hanya disibukkan dengan aktivitas mengerjakan PR, tidak jarang ini bisa meningkatkan risiko kegemukan. Belum lagi, apabila anak memiliki kebiasaan belajar sambil mengkonsumsi camilan atau makanan ringan. Tidak hanya mempengaruhi berat badan, ini juga bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit lainnya.

Risiko Depresi Semakin Tinggi
PR juga terkait dengan risiko stres berat atau depresi. Peneliti mengemukakan bahwa anak yang dituntut untuk belajar terlalu keras bisa mengalami kebosanan parah, stres hingga depresi. Belum lagi, jika anak memang memiliki kemampuan kognitif yang tidak terlalu cemerlang seperti anak-anak pada umumnya.

Tidak hanya menyebabkan depresi pada anak, ini juga bisa menyebabkan depresi pada orang tua. Bagaimana bisa?. Jadi begini, ketika orang tua mendapati anak tidak mau belajar, tidak lekas menangkap pelajaran yang ia ajarkan atau kemampuan berpikirnya tidak sesuai dengan harapan orang tua, orang tua akan merasa sedih, stres dan bingung. Orang tua yang menyadari anaknya kurang pandai sementara ia tidak bisa menerima kenyataan tersebut, akan lebih mudah merasa patah semangat, putus asa dan khawatir.

Tapi Anda jangan khawatir, selama setiap pendidikan dinikmati, hal itu tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun psikis anak maupun keluarga. Semoga bermanfaat.   (vemale.com/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.