oleh

Benarkah Spons di Dapur Bisa Basmi Bakteri?

PortalMadura.Com – Spons pembersih yang ada di dapur, selama ini hanya digunakan untuk membersihkan piring kotor semata. Akan tetapi, menurut sebuah penelitian membuktikan, bahwa spons dapur ini juga bisa digunakan untuk membersihkan bakteri. Benarkah?.

Ya, tim peneliti dari Amerika Serikat telah menemukan virus yang dapat menginfeksi bakteri pada spons dapur. Virus ini dapat berguna untuk melawan bakteri yang tidak dapat diatasi oleh antibiotik semata.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Pada temuan tersebut, peneliti menggunakan bakteri sebagai umpan dan mengidentifikasi bahwa terdapat dua fag atau bakteri pemakan organisme yang dapat menelan bakteri dari spons dapur mereka. Spons dapur kerap memiliki berbagai jenis mikroba yang kemudian menjadi bakteri dan sumber makanan yang kaya bagi fag.

“Hasil penelitian kami menggambarkan nilai dalam menemukan lingkungan mikroba yang dapat menjadi tempat tinggal potensial bagi fag,” ungkap Brianna Weis dari New York Institute of Technology, dilansir PortalMadura.Com, Jumat (28/6/2019), dari laman merdeka.com.

Tim peneliti kemudian menukar dua fag ini untuk melihat apakah mereka dapat memengaruhi bakteri orang lain. Dari percobaan ini juga mereka akhirnya mengetahui bahwa fag ini ternyata membunuh bakteri lain.

Peneliti membandingkan DNA dari kedua bakteri terisolasi tersebut dan menemukan bahwa mereka mungkin berasal dari kelompok mikroba yang bisa ditemui pada kotoran. Ketika berada di rumah sakit, mikroba ini dapat menyebabkan munculnya infeksi.

Baca Juga: Benarkah Spons Mandi Jadi Tempat Tumbuhnya Bakteri?

Kendatipun kedua bakteri ini memiliki hubungan cukup dekat, peneliti menemukan variasi kimia di dalam keduanya ketika dilakukan percobaan biokimia. Diketahui, bahwa sejumlah fag ini memakan berbagai jenis bakteri yang ada.

“Perbedaan ini cukup penting untuk memahami berbagai cakupan bakteri yang dapat diinfeksi oleh fag, yang juga merupakan kunci untuk menentukan kemampuannya melawan infeksi tahan antibiotik tertentu,” terang Weiss.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar