Benarkah Spons Mandi Jadi Tempat Tumbuhnya Bakteri?

  • Bagikan
Spons mandi
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Spons mandi menjadi salah satu alat yang digunakan untuk membersihkan area tubuh. Hal ini dilakukan tidak lain agar mendapatkan tubuh yang bersih, kulit mulus, dan halus.

Bagi sebagian wanita ritual ini sangat penting dilakukan. Akan tetapi bukan hanya tubuhnya saja yang mendapat perhatian tapi juga peralatan mandi yang digunakan harus dibersihkan. Pasalnya, spons mandi bisa menjadi tempat bertumbuhnya bakteri dan sel kulit mati dari tubuh Anda. Apalagi saat keadaan udara kamar mandi yang hangat dan lembap, bakteri dan jamur berkembang dengan sangat mudah di tempat itu.

Studi yang dilakukan Journal of Clinical Microbiology menemukan, spons mandi atau loofah merupakan rumah tempat tumbuhnya berbagai spesies bakteri. Bahkan, fakta yang lebih menyeramkan bahwa bakteri dapat berkembang pesat hanya dalam 1 malam. Jika Anda menggunakan spons mandi pada kulit yang baru dicukur atau sedang luka, bakteri dapat masuk dan menyebabkan kulit iritasi dan infeksi.

Maka dari itu, 9.8 dari 10 dermatolog merekomendasi agar tidak menggunakan spons mandi atau loofah. Namun, jika Anda tidak bisa merasa bersih tanpa menggosok tubuh dengan spons mandi, Anda harus memastikan spons mandi Anda sangat bersih.

Setidaknya, ganti spons secara teratur, 3 atau 4 minggu sekali. Lalu jika Anda menemukan bintik hitam atau noda, segera ganti spons tersebut. Untuk menjaga spons mandi tetap awet, jangan tinggalkan di kamar mandi. Jika perlu, letakkan di ruangan yang kering, dan memiliki sinar matahari. Anda juga dapat membersihkan bakteri dengan merendam di cairan pemutih selama 5 menit. (liputan6.com/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.