oleh

Bentengi Aqidah, Bassra Gelar Ta’aruf Bersama Ulama Timur Tengah

PortalMadura.Com, Pamekasan – Badan Silaturrahmi Ulama’ Pesantren Madura (Bassra) menggelar ta’aruf bersama ulama’ Timur Tengah bertempat di aula Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar Desa Poto’an Daya Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (12/1/2016).

Sekretaris Bassra, Drs. KH. Nuruddin Abdurrahman mengatakan, setelah Bassra resmi berbadan hukum sebagaimana surat keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM), pihaknya mengadakan ta’aruf dan silaturrahim dengan para ulama dari beberapa pesantren di pulau garam.

“Bassra ini kedepan tetap akan komitmen untuk menjaga masyarakat, utamanya dalam persoalan aqidah. Kemudian solidaritas antar pesantren di Madura dengan menjunjung tinggi perbedaan,” ungkapnya.

Para kyai dan ulama yang ada di Madura merupakan alumni dari beberapa pesantren di Indonesia atau bahkan luar negeri. Terutama pesantren kesohor di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Mesir, Sudan, Yaman dan pesantren negeri lainnya.

“Tentunya, ketika mereka pulang dan menjadi pengasuh pondok pesantren terdapat beberapa perbedaan metode yang dilakukan. Kemudian, Bassra menghimpun para kyai-kyai itu agar perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan,” ujar ulama asal Kabupaten Bangkalan tersebut.

Sejak berdiri pada tahun 1992, Bassra tetap konsisten menjaga perbedaan yang berpatokan pada ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja). Paham ini, lanjut dia, merupakan ideologi yang tidak bisa diotak-atik hingga akhir hayat. Sehingga, perdamaian di negeri ini tetap tercipta.

“Kita ulama Madura ini tetap ingin mempertahankan, memperkuat dan membentengi aqidah, yaitu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Dan ternyata, ulama yang menjadi pembicara ini sangat tepat dan beliau adalah sangat konsen pada Aswaja,” katanya.

Acara yang bertemakan ‘Membentengi Kemurnian Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tersebut menghadirkan dua ulama dari Yaman sebagai pembicara khusus dalam kesempatan tersebut. Keduanya adalah  Habib Ali Bin Muhammad Al Haddad dan Syeikh Abdullah bin Salim Sa’id Ba Daud.

“Ini juga sebagai cerminan kepada masyarakat bahwa Aswaja itu tidak hanya di Madura, tetapi juga di Timur Tengah. Jangan sampai terjadi gesekan atau adu fisik soal aqidah ini, seperti yang terjadi di Kabupaten Sampang beberapa bulan lalu,” pungkasnya. (Marzukiy/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.