oleh

Berantas Rokok Ilegal, Bea Cukai dan Kominfo Sampang Gelar Sosialisasi

PortalMadura.Com, Sampang – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura menggelar sosialisasi ketentuan pada bidang cukai di wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan sejak (23/09/2021), sebagai upaya mencegah peredaran produksi rokok ilegal dan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sampang.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Sosialisasi yang digelar di Aula Diskominfo, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, melibatkan sejumlah pelaku media dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang ketentuan cukai dan ciri rokok ilegal kepada masyarakat.

“Kegiatan ini, diharapkan para wartawan dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang cukai rokok ilegal. Sehingga mereka memahami dan ikut berpartisipasi dalam memberantas cukai palsu,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sampang, Amrin Hidayat.

Pihaknya menyampaikan, sosialisasi ketentuan cukai rokok dan ciri-ciri rokok ilegal yang melibatkan jurnalis dinilai efektif dan efisien. Lantaran, publikasi atau berita melalui media mainstream siber, cetak dan elektronik mampu menyadarkan masyarkat terhadap rokok ilegal harus diberantas.

“Tujuannya adalah demi memberikan edukasi terkait ketentuan cukai dan pentingnya stop peredaran rokok ilegal kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan kantor KPPBC Madura, Trisilo Asih Setyawan menjelaskan, hasil cukai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) dapat berkontribusi dalam membantu pembangunan daerah khususnya Sampang.

“Cukai termasuk salah satu penyumbang penerimaan negara dalam APBN yang nantinya akan kembali untuk dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah,” terangnya.

Disebutkan, jenis Barang Kena Cukai (BKC), berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai pada pasal 4 Ayat 1, adalah etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau.

“Kategori yang termasuk rokok ilegal, yakni rokok polos, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, rokok dengan pita cukai bukan peruntukannya serta rokok dengan pita cukai bukan haknya,” lanjut Tio.

Keikutsertaan awak media dalam sosialisasi itu, pihaknya mengajak pelaku media dapat memperluas informasi kepada masyarakat supaya dapat memahami manfaat DBH-CHT dan memahami sanksi pidana cukai, serta paham ciri-ciri rokok ilegal.

“Sehingga masyarakat tidak terlibat dalam peredaran rokok ilegal dengan cara tidak mengonsumsi rokok ilegal,” pungkasnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar