oleh

Cegah Kenakalan Anak & Remaja, GOW Sumenep Hadirkan Pemateri Berkompeten

PortalMadura.Com, Sumenep – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar siminar bertajuk “Pencegahan Kenakalan Anak dan Remaja”.

Seminar berlangsung di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumenep dengan menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten dibidangnya masing-maisng.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Tiga pemateri itu, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Cabang Sumenep Dr. Zamzami Sambiq Hamid, unsur Polres Sumenep Aiptu Asnan, dan KH. Imam Hendriyadi (pengasuh pondok pesantren di Sumenep).

“Bagaimana dan apa solusinya sehubuangan dengan kenakalan anak dan remaja ini, maka tiga pemateri yang kami hadirkan ini akan menjabarkan,” terang Ketua GOW Sumenep, Husnol Khotimah, Kamis (30/9/2021).

Ia mengatakan, anak-anak dan remaja merupakan generasi penerus dan cermin masa depan bangsa. Anak-anak dan remaja adalah penentu kemajuan sebuah bangsa dan negara.

“Yang kita butuhkan adalah anak-anak dan remaja unggul, kreatif, inovatif, bermartabat, berintegritas dan berakhlakul karimah,” ujarnya.

Anak-anak itu, kata dia, lahir membawa fitrah, suci dan bersih. Lingkungan yang akan membentuk anak-anak itu baik atau tidak.

“Di luar sana, banyak anak dan remaja terlibat kasus yang tidak diingingkan, seperti narkoba, pornografi, pembunuhan, tawuran, serta persoalan sosial lainhnya,” katanya.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi anak dan remaja tidak baik. Di antaranya, iman lemah, sehingga sering berbuat dosa.

Ada juga, faktor hubungan antara orang tua kurang harmonis, sehingga anak-anak kurang mendapat perhatian dan mencari perhatian di luar lingkungan keluarga.

“Mereka mencari solusi di luar yang dianggap baik, padahal akan membawa negatif. Faktor lainnnya, lingkungan kurang sehat akibat dari salah pergaulan,” terangnya.

Saat ini, orang tua perlu mewaspadai media sosial (medsos). Dampak medsos yang disalahgunakan akan membuahkan hasil negatif. Contohnya, tindakan asusila yang didapat di medsos dan anak-anak ingin mencobanya.

Saat ini, akses untuk mendapatkan video porno sangat mudah di medsos. “Jika tidak ada filter yang baik akan berdampak pada kenakalan anak dan remaja,” tandasnya.

Pihaknya berharap, dengan kegiatan seminar yang dihadiri oleh perwakilan dari 25 organisasi wanita se-Kabupaten Sumenep dapat menemukan solusi.

“Hasilnya, hendaknya diterapkan di lingkungan keluarga dan disampaikan kembali pada masyarakat,” katanya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar