oleh

Berburu Takjil Ramadan Khas Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Apa yang paling diburu saat puasa Ramadan? tentu memperbanyak ibadah yang sudah dijamin oleh Allah SWT yang nilai pahalanya berlipat ganda.

Selain itu, menu menjelang buka puasa, kurang afdol bagi muslim Indonesia jika tidak tersedia makanan ringan yang rasanya manis atau gurih sebagai pembuka.

Orang-orang menyebutnya takjil. Penyebutan nama takjil menjadi lumrah di kalangan masyarakat Indonesia.

Takjil berasal dari bahasa Arab yang artinya menyegerakan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga memiliki arti mempercepat (menyegerakan).

Takjil berarti menyegerakan untuk berbuka puasa. Dalam Islam dianjurkan menyegerakan berbuka puasa.

Umumnya, menyegerakan berbuka puasa dengan buah kurma manis yang hukumnya sunah.

Warga muslim Indonesia juga mempersiapkan buka puasa dengan yang manis-manis atau ada yang gurih. Seperti aneka kolak, kue dan bubur manis.

Untuk mendapatkan takjil, bisa membuat sendiri atau datang ke bazar takjil (pasar takjil) yang sengaja digelar oleh pemerintah daerah sebelum pandemi Covid-19.

Termasuk di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, setiap tahun ada bazar takjil. Namun, tahun 2020 atau Ramadan 1441 hijriyah ini, bazar takjil ditiadakan.

Namun, sejumlah pedagang dadakan sejak awal Ramadan 1441 hijriyah tetap ada yang berjualan takjil meski jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya, ada di Jalan KH. Abdullah Sajad, Bangselok, Sumenep.

Sejumlah pedagang dadakan menggelar beraneka takjil. Dari yang rasanya manis hingga gurih dan aneka olahan ikan juga tersedia.

Takjil khas Sumenep, diantaranya, Kolak Pattola, Kue Lopes dan sejumlah kue lainnya. “Saya menyediakan kue untuk buka puasa sedikit saja. Sekarang kan dibatasi karena Covid-19,” kata salah seorang pedagang, Titin, pada PortalMadura.Com, Minggu (26/4/2020).

Warga muslim yang membutuhkan menu buka puasa juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin, mereka lebih memilih di rumah saja. “Yang penting jualan meski sedikit,” ujarnya.

Menu buka puasa yang disediakan para penjual takjil dadakan di Jl. KH. Sajad, Bangselok, Sumenep itu terpantau cukup beragam. Namun, porsi yang disediakan jumlahnya terbatas.(*)

Penulis : Lisa Mana L
Editor : Lisa Mana L

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.