Berdalih Persepam, LSM Gapura Ngaku Tak Permasalahkan Pengelolaan SGMRP

Stadion Gelora Ratu Pamelingan Akan Dirubah Gelora Madura Ratu Pamelingan
dok. Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan (Foto: Istimewa)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan – Suporter sepak bola di empat kabupaten di Madura belakangan ini dihebohkan dengan penolakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura atas pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan yang dilakukan .

LSM Gapura beberapa waktu lalu menggelar audiensi dengan Komisi IV DPRD Pamekasan tentang pengelolaan stadion. Mereka tidak sepakat jika yang menjadi pihak pengelola dengan berbagai alasan. Namun, belakangan LSM Gapura membantah telah menolak sebagai pihak pengelola.

“Sebenarnya sudah jelas di pertemuan terakhir itu, bahwa kami tidak menginginkan pembicaraan lebih lanjut tentang lapangan. Karena di pertemuan sudah clear dibahas semua pengelolaan lapangan final diserahkan kepada ,” kata Ketua LSM Gapura, Razak, Jumat (7/2/2020).

Razak berdalih, pada pertemuan kedua yang dilakukan dengan Komisi IV DPRD Pamekasan, , PSSI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menginginkan hanya membahas nasib Persepam yang sedang bermasalah di tingkat FIFA akibat tanggungan kepada pemain asal Mali saat klub asal Kabupaten Pamekasan tersebut bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada tahun 2012.

“Pada sesi pertama (saat audiensi kedua, red) diawali dengan pengembalian (stadion, red) yang membuat saya kaget. Sebenarnya MoU itu sudah clear, tidak masalah dengan . Konsen kami terhadap Persepam saja,” kilah dia.

Berdasarkan penjelasan Dispora tentang pengelolaan stadion oleh , pihaknya sudah tidak mempersoalkan kembali. Apalagi tidak merugikan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat secara umum.

“Jadi konsentrasi kami pada audiensi kedua bagaimana Persepam itu terselesaikan masalahnya,” tandasnya.

Baca Juga : Tahun Politik, Bupati Sumenep : Yang Banyak Janji Biasanya Tak Jadi

Ditanya tentang audiensi pertama yang membahas pengelolaan stadion oleh , Razak beralasan bahwa pihaknya hanya ingin mengetahui prosedur penyerahan pengelolaan tersebut kepada .

“Setelah dijelaskan oleh Kadispora, bahwa sudah ada beberapa hal yang dilalui sampai ada MoU, semua sudah paham bahwa tidak ada masalah. Oleh karenanya, saya sudah telepon kemarin ke bang Zia (Direktur PT PBMB, red) apa yang dipermasalahkan wong kita tidak mempermasalahkan lapangan lagi. Kita konsen bagaimana Persepam tidak dikenakan sanksi lagi,” pungkasnya.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.