Berdayakan Ekonomi Masyarakat, Sumenep Gelar Bursa Inovasi Desa

A Busyro Karim
dok.A Busyro Karim (Foto Istimewa)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus berupaya melakukan inovasi untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Salah satunya dengan cara menggelar “Bursa Inovasi Desa” pada Rabu (19/12/2018), bertempat di Graha Adipoday, Sumenep.

Bupati Sumenep A Busyro Karim mengungkapkan, aparatur desa saat ini dituntut untuk meningkatkan kemampuannya dalam segala hal. Lebih-lebih kemampuan pada teknologi informasi (IT) yang sudah menjadi kebutuhan di era yang terus berkembang.

“Perangkat desa penting untuk meningkatkan kemampuan SDM-nya untuk menjawab tantangan zaman yang semakin pesat berkembang sebagai upaya desa menjadi lebih maju dan berkembang,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Meski pihaknya mengakui jika ada sejumlah desa yang kemampuan aparatnya terkendala untuk menguasai teknologi informasi, namun sudah waktunya untuk terus berbenah. Sebab, dengan keterbatasan menguasai teknologi akan berdampak pada program pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Misalnya, program penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN).

“Menguasai IT itu manfaatnya banyak dan sangat membantu untuk kemajuan masyarakat di desanya masing-masing,” tandasnya.

Ke depan, pihaknya berharap agar setiap desa ada yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi, mengingat pada tahun depan, Pemerintah Daerah sudah menerapkan program berbasis teknologi informasi, seperti Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL) serta absensi online.

Sementara, Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemerintah Kabupaten Sumenep, Tabrani S. TP menjelaskan, dengan adanya kegiatan Bursa Inovasi Desa masyarakat dapat mengembangkan usaha atau produk yang dihasilkan, selain untuk menambah wawasan bagi pelaku usaha dalam meningkatkan mutu dan kualitas hasil produksinya.

“Masyarakat desa juga diharapkan membuat produk unggulan dan mengemasnya dengan baik. Misalnya, produksi jagung yang dapat dikembangkan dan perlu ada sentuhan inovasi,” terangnya.

Bahkan, tidak hanya jagung. Menurutnya, potensi gula merah, ikan teri, rengginang, dan berbagai macam jenis kerupuk yang diproduksi oleh masyarakat Sumenep memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa.

Pada kegiatan Bursa Inovasi Desa yang dihadiri oleh 330 kepala desa se-Kabupaten Sumenep diharapkan tahun depan setiap desa mampu membuat inovasi baru dengan cara membuat program inovasi yang dimasukkan pada Anggaran Pembangunan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2019.

“Program itu harus selaras dengan anggaran yang sudah masuk dalam APBDes 2019,” tegasnya.

Pengembangan inovasi desa tersebut harus bergandengan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Artinya, yang mengelola itu BUMDes.

“Saat ini, sudah ada BUMDes Dungkek yang sudah mengelola salon, los dan simpan pinjam dan pengelolaan wisata. Desa lain juga ada yang mulai bergerak di wisata,” urainya mencontohkan.

Pemerintah Daerah juga mendorong desa-desa yang tersebar di kepulauan. Saat ini, sejumlah desa sudah mulai bergerak ke arah wisata.

“Jadi, harapan kami, semua bidang usaha itu harus digerakkan oleh desa dengan sentuhan inovasi sehingga ekonomi masyarakat setempat semakin baik,” tandasnya. (Nanik/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.