oleh

BI: Ekonomi Jatim Masih Minus 3 Persen

PortalMadura.Com, Sumenep – Berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur (Jatim) Difi Ahmad Johansyah membeberkan soal pertumbuhan ekonomi di Jatim. Menurut dia, sejak pandemi Covid-19 ekonomi di Jatim minus sekitar 5 persen.

Namun pada triwulan ke empat 2020, perekonomian di provinsi yang kini di pimpin Khofifah Indar Parawansa ini mulai membaik. Meski masih minus lebih dari 3 persen, Difi menyebut sejumlah sektor perekonomian di Jatim mulai ter-recovery.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Tinggal dua sektor yang belum. Sektor makanan-minuman dan transportasi,” ungkapnya saat menghadiri kegiatan launching e-BPHTB dan penggunaan QRIS di Sumenep, Kamis (19/11/2020).

Dijelaskan, sektor-sektor yang mulai recovery itu di antaranya bidang industri dan pertanian. Sedangkan untuk perhotelan dan restoran diperkirakan akan mulai pada triwulan ke empat. Terkait sektor pariwisata, dia memperkirakan bisa berjalan secara bertahap pada 2021.

Selama pandemi virus corona ini, lanjut Difi, Protokol Kesehatan (Prokes) menjadi syarat utama dalam pemulihan ekonomi.

“Saran saya sederhana untuk memulihkan perekonomian kita, patuhi prokes. Gunakan non tunai untuk transaksi,” ujarnya.

Bagi pemerintah daerah, dia berharap para pemangku kebijakan bisa memaksimalkan realisasi anggaran. Sebab, jika tidak dimaksimalkan maka upaya pemulihan ekonomi di Jatim akan terkendala.

“Realisasi anggaran dari pemerintah daerah sudah bagus. Harapan kami pada triwulan ke empat ini bisa sedikit positif,” tutup Difi. (*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar