oleh

Bisnis Ini Tak Terlalu Terdampak Covid-19 di Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Bisnis cakalang panggang di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak terlalu terdampak pada masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut diakui salah seorang pengepul cakalang panggang, Ibu Suliyeni, warga Dusun Karang Komis, Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Sumenep.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

“Alhamdulillah, tetap ramai pembeli,” katanya pada PortalMadura.Com, Senin (18/1/2021).

Selama pandemi, setiap harinya masih mampu terjual kisaran 300-an ekor cakalang panggang yang ia himpun dari para nelayan.

Saat ini, harga per ekor ikan cakalang panggang tergolong masih normal yakni pada kisaran Rp 7.500 – Rp 10 ribu. “Cakalang putih Rp 10 ribu kalau cakalang merah Rp 7.500 per ekornya,” terangnya.

Ia menjualnya di pinggir jalan desa setempat dari pukul 14.00 sampai malam. “Kalau dini hari dikirim ke pasar. Peminat tetap tinggi,” ucapnya.

Setiap harinya, omzet bisa mencapai Rp 2.250.000, – sampai Rp 3 jutaan.

Stok cakalang panggang diakui tidak pernah kosong. Bila nelayan Sumenep sedang kosong tangkapan, ia memasok dari wilayah luar daerah, seperti dari Sampang dan Bangkalan.

Puncak panen para pedagang cakalang panggang ini pada bulan Ramadan. Pada bulan yang penuh berkah itu, peminat jauh lebih besar. “Kalau bulan puasa, pembeli sangat banyak,” tandasnya.

Selama pandemi Covid-19, pihaknya mematuhi dan memerhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) yakni mengenakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan, hindari kerumunan, dan kurangi mobilitas sehingga banyak pembeli yang datang.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar