oleh

BK DPRD Sumenep Belum Klarifikasi 4 Saksi Kasus Pemukulan

PortalMadura.Com, Sumenep – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum memeriksa empat saksi yang diduga mengetahui aksi saling pukul kader Partai Golkar, AH Hari Ponto, Ketua Komisi II DPRD dan Iwan Budi Harto, ketua DPD Partai Golkar setempat.

“Pemanggilan empat saksi itu tertunda karena kami membahas RAPBD 2016,” ungkap wakil ketua BK DPRD Sumenep, Hozaini Adim, Minggu (27/12/2015).

Menurutnya, pemanggilan empat saksi untuk diklarifikasi itu bakal dilaksanakan pada awal Januari 2016.

“Nanti Januari akan kami lanjutkan penyelesaian kasus dugaan aksi pukul di gedung dewan itu,” ucapnya.

Dalam kasus ini, belum ditentukan siapa yang salah. Namun, BK memastikan dua legislator tersebut sudah melanggar kode etik DPRD.

Hasil klarifikasi sementara terhadap dua anggota dewan yang bersangkutan itu, pemicunya adalah salah paham diinternal partainya. Namun, belum disebutkan secara detail apa pemicu tersebut.

Sebelumnya, AF Hari Ponto (ketua Komisi II) diduga melakukan penganiayaan terhadap Iwan Budiharto (ketua DPD Partai Golkar Sumenep) di Kantor DPRD Sumenep.

Keduanya merupakan kader Partai Golkar. Diduga, insiden itu dipicu karena beda barisan. AF Hariponto berada dibarisan Agung Laksono, sedangkan Iwan Budiharto berada dibarisan ARB. (arifin/har)


Komentar