oleh

Blusukan ke Desa Branta Pesisir, Mas Tamam Beri Bantuan Motor Pengangkut Sampah

PortalMadura.Com, Pamekasan – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam kembali blusukan ke desa-desa. Kali ini ke Desa Branta Tinggi Kecamatan Tlanakan dengan mengendarai sepeda motor, Jumat (2/7/2021).

Kunjungan tanpa pengawalan dan protokoler tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang menjadi instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut berangkat dari Mandhapa Aghung Ronggosukowati sekitar pukul 08.00 WIB, didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Pamekasan, Sigit Priyono dan Kepala Bidang Pengelolaan Media Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Arif Rachmansyah.

Setibanya di Desa Branta Pesisir, tepatnya di pintu masuk dermaga sisi barat, orang nomor satu di bumi Gerbang Salam tersebut langsung memantau lahan yang akan dibangun tempat pengeringan ikan oleh masyarakat sekitar yang pekerjaannya sebagai besar pelaut.

Di lokasi itu, nantinya akan disterilkan dari sampah-sampah warga yang bertumpukan lantaran tidak terkelola dengan baik. Oleh karena itu, Pemkab Pamekasan bekerja sama dengan pemerintah desa membangun tempat pembuangan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) dan memberikan bantuan motor roda tiga untuk pengangkut sampah yang diberikan langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Bupati murah senyum itu duduk bercengkrama dengan kepala desa, perangkat desa serta masyarakat sekitar menyerap aspirasi dari akar rumput untuk kemajuan Pamekasan setelah sebelumnya melakukan penanaman pohon ketapang kencana untuk penghijauan di sekitar lokasi.

“Saya dalam satu minggu itu harus menyempatkan diri datang ke desa-desa, atau istilahnya sambang desa, dan tidak protokoler. Datang, dan tetap menerapkan protokol covid-19, dan melihat secara langsung keinginan dari masyarakat desa,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat akan beranjak pulang.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini berharap, lokasi tersebut nantinya tidak lagi kotor dengan beberapa inovasi yang akan dilakukan oleh pemerintah desa bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Targetnya, akhir tahun 2021 pembersihan sampah rampung, sehingga area itu bisa dipermak agar lingkungannya terlihat lebih indah.

“Setelah sampah sudah bersih, bisa saja nanti ada sentuhan lain dari pak kades, karena pak kades ini seniman untuk mempercantik lingkungan sekitar. Komitmen pak kades dan komitmen pemkab sudah ketemu untuk menjadikan tempat ini bersih,” tutup sosok yang masuk dalam bursa calon pemimpin Jawa Timur tersebut.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar