oleh

Blusukan ke Pasar 17 Agustus, KH. Kholilurrahman Komitmen Angkat Kembali Daya Jual Batik

PortalMadura.Com, Pamekasan – Calon Bupati (Cabup) dalam Pilkada Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tahun 2018, KH. Kholilurrahman blusukan ke pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih, Kamis (8/3/2018).

Hal itu dilakukan untuk menyerap aspirasi pedagang sebagai modal mengembangkan ekonomi masyarakat ketika nanti ditakdirkan Allah terpilih menjadi bupati periode 2018-2023. Terutama pedagang batik yang sebelumnya sempat berjaya.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

“Pasar batik di pasar 17 Agustus ini, ternyata saya temui memang banyak turun dan bahkan anjlok. Jadi ada pedagang selama seminggu tidak terbeli sehelai pun, artinya ini harus ada perbaikan,” ujar mantan Bupati Pamekasan periode 2008-2013 tersebut usai mengunjungi para pedagang.

Untuk meningkatkan kembali daya jual batik khas bumi Gerbang Salam itu perlu ada inovasi dari pemerintah. Salah satunya adalah promosi tingkat Nasional atau iklan berbentuk papan dan bentuk promosi lainnya guna menjaga stabilitas harga batik.

“Kemudian memperketat masuknya batik-batik luar, karena untuk melarang tidak mungkin. Bagaimana caranya nanti kita atur, kemudian membangunkan pasar tradisional khusus batik, tidak campur dengan yang lain, tidak bisa kalau batik dicampur-campur dengan yang lain,” tandasnya.

Pasangan calon bupati nomor urut 2 tersebut mengaku, sebenarnya sentra batik di pasar 17 Agustus memiliki potensi yang luar biasa, karena tidak jarang ada pengunjung dari luar Madura yang datang hanya untuk membeli batik khas Pamekasan. Tentu, kepercayaan masyarakat ini harus dijaga dan bahkan ditingkatkan.

Pantauan PortalMadura.Com di lapangan, setelah tiba di pasar 17 Agustus, mantan Anggota DPR RI ini langsung menuju sentra batik untuk menyerap aspirasi pedagang dan hampir semua pedang batik di pasar tersebut disambangi. Kemudian Kholilurrahman melanjutkan mengelilingi pedagang lain sembari tukar sapa menanyakan kondisi perekonomian di tingkat pedagang. (Marzukiy/Putri)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar