BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Sumenep

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: Nor FitriyahEditor: Hartono
BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Sumenep
BMKG gelar sekolah lapang gempa bumi di Sumenep (Nor Fitriyah @portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar sekolah lapang gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Sumenep, Madura, Selasa (14/6/2022).

Sekolah lapang gempa bumi itu, merupakan program prioritas BMKG Pusat yang dilaksanakan di wilayah rawan berbagai bencana alam.

“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar memiliki kemampuan mitigasi [upaya mengurangi resiko bencana, red],” kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Wilayah III Denpasar Bali, Cahyo Nugroho di Sumenep.

Kemampuan mitigasi, kata dia, perlu dimiliki oleh masyarakat khususnya di daerah pesisir yang berpotensi terjadinya gempa bumi dan tsunami. Misalnya, masyarakat bisa membangun kemandirian dan melakukan evakuasi sendiri serta mampu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Sumenep, ancamannya [gempa bumi, red] ada di sebelah timur Pulau Madura dan antara pulau Madura dan Sulawesi. Memang sampai saat ini belum terjadi tsunami, tapi potensi itu ada,” tandasnya.

Dari sekolah lapang gempa bumi itu, kata dia, akan terbangun kesiap-siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Lebih bagus kita mempersiapkan masyakarat. Jika tidak terjadi [gempa, red] alhamdulillah. Kalu terjadi, masyarakat sudah bisa melakukan antisipasi dini,” katanya.

Baca Juga:  KONI Sumenep Siapkan Bonus Tambahan Bagi Atlet Peraih Medali

Sementara, Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan, Djati Cipto Kuncoro mengatakan, bahwa sekolah lapang gempa bumi dan tsunami sebagai upaya mempersiapkan masyarakat agar siap dan tangguh bila ada bencana alam.

“Kalau kita lihat dari beberapa histrori kejadian gempa, Madura memang rawan gempa bumi. Kalau tsunami kita memang tidak pernah tahu,” katanya.

Materi yang diberikan pada pelaksanaan sekolah lapang gempa bumi yang dijadwalkan berlangsung selama 2 hari, di antaranya, pengetahuan tentang apa bencana gempa dan kesiapan sebelum atau saat terjadi serta pasca gempa bumi.

“Kita tidak pernah tahu kapan bencana terjadi. Tapi, kita perlu melakukan edukasi agar masyarakat lebih siap menghadapi jika ada bencana,” ungkapnya.

Asisten Administrasi Umum Pemkab Sumenep Didik Wahyudi mengapresiasi atas pelaksanaan sekolah lapang gempa bumi. “Kita memang tidak berharap, tapi dampak dari daerah lain itu perlu kesiapan masyarakat. Dan secara kelembagaan juga akan menambah kapasitas,” katanya.

Baca Juga:  Porprov Jatim 2022, Sementara Sumenep Raih 16 Medali

Pemerintah daerah, kata dia, juga mempersiapkan segala yang dibutuhkan berkaitan dengan bencana alam, seperti gempa bumi. “Pemerintah daerah memalalui BPBD kita, sudah mempersiapkan kebutuhan itu,” terangnya.

Pihaknya berharap, masyarakat yang sudah mengikuti sekolah lapang gempa bumi dapat mengembangkan pengetahuannya bagi warga lain.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.