oleh

BNK Pamekasan Akui Bekerja Belum Maksimal

PortalMadura.Com, Pamekasan – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengakui jika kinerjanya selama ini masih belum maksimal dalam hal pencegahan narkoba sebagai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) instansinya.

Sekretaris BNK Pamekasan, Syaiful Arifin mengatakan, pihaknya telah melakukan tes urine secara acak hingga lembaga pendidikan guna mencegah peredaran barang haram tersebut. Salah satunya adalah SMAN 4, SMA Wahid Hasyim, SMKN Tlanakan, SMKN Proppo, SMAN Pademawu, SMAN 2, SMKN Pakong dan SMKN Pasean.

“Tapi, saya yakin belum maksimal karena BNK ini lembaga yang sifatnya masih sementara. Tentunya masih belum optimal, kalau sudah dibentuk lembaga yang definitif saya yakin lebih efektif dan efesien,” akunya, Rabu (30/3/2016).

Selain tes urine kepada lembaga pendidikan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada sekolah dan perguruan tinggi. Namun, sampai sekarang peredaran narkoba dari tahun ke tahun di bumi Gerbang Salam terus meningkat.

Dia melanjutkan, pihaknya sudah mendatangi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) untuk membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Sebab, keberadaan BNK yang selama ini terbentuk hanya bergerak dalam hal pencegahan saja.

“Sekarang hampir semua elemen dimasuki narkoba, tapi bapak bupati akan mengawal khusus tentang masalah ini,” tutup Kabag Kemas Pemkab Pamekasan tersebut. (Marzukiy/choir)


Komentar