Bocah Jadi Korban Pelecehan Seksual Paman Sendiri, Awalnya Pegang Kemaluan

Avatar of PortalMadura.com
Bocah Jadi Korban Pelecehan Seksual Paman Sendiri, Awalnya Pegang Kemaluan
Ilustrasi

PortalMadura.com, Pamekasan – Nahas menimpa seorang anak berusia 9 tahun asal Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Sebab, bocah yang kini duduk di sekolah dasar tersebut menjadi korban pelecehan seksual, Senin (13/4/2020) pukul 22.00 WIB.

Ironisnya, pelaku pelecehan tersebut adalah paman korban sendiri yang berprofesi sebagai tukang becak. Awalnya, korban diajak jalan-jalan oleh pelaku menggunakan becak setelah azan isya, orang tua korban pun tidak menaruh curiga sama sekali terhadap pelaku.

Pelaku berinisial S (45), sementara korban berinisial EA (9). Adapun tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Pengadilan atau di sebelah timur kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan.

“Memang benar ada dugaan tindak pidana pelecehan seksual. Ini kebetulan yang melakukan masih paman dari korban. Namun, korban ini masih di bawah umur,” terang Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Andri Setia Putra saat dikonfirmasi PortalMadura.com via telpon, Selasa (14/4/2020).

Baca Juga:  Pemilu 2024, PDI Perjuangan Targetkan 12 Kursi di Sumenep

Dijelaskan, pelaku membawa korban menggunakan becaknya dari rumah dengan alasan jalan-jalan. Tetapi, setelah di lokasi yang kondisinya sepi tersebut, pelaku beraksi dengan memegang kemaluan korban. Mujur, aksi bejat tersebut keburu diketahui petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP).

“Kejadiannya jam 22.00. Yang pertama kali menemukan Satpol PP yang jaga di pendopo. Yang melapor ke polres ibu sebagai orang tuanya” jelasnya.

Pihaknya sudah mengamankan pelaku untuk kepentingan pemeriksaan. Petugas juga telah memintai keterangan terhadap pelaku dan korban untuk dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini terlapor sudah kita amankan dan dilakukan proses pengembangan lebih lanjut. Pasal yang disangkakan untuk pelaku adalah pasal 82 ayat 2 UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.