oleh

BSM Diembat Kepsek, Disdik Sumenep Panggil UPT

PortalMadura.Com, Sumenep – Dugaan pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), yang terjadi di 6 (enam) Sekolah Dasar Negeri (SDN), di Kecamatan Talango (kepulauan Poteran), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

“Kami telah memanggil UPT Pendidikan Kecamatan Talango. Hasilnya, kami mendapatkan surat pernyataan wali murid, yang menyetujui pembagian dana BSM. Ini suratnya,” kata Fajar Santoso, Kepala Bidang  Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Sumenep, Kamis (22/5/2014).

Surat pernyataan dari wali murid penerima dana BSM, yang dibawa UPT Pendidikan Kecamatan Talango, sudah menunjukkan bahwa kemungkinan tidak ada pemotongan dana BSM. Namun, pihaknya tidak serta merta percaya terhadap bukti surat pernyataan yang di bawa UPT. Pihak Disdik akan memanggil 6 kepala sekolah dan wali murid penerima dana BSM.

“Kami kurang yakin ada pemotongan, teeapi kami tidak akan percaya begitu saja dengan bukti-bukti ini, kami akan memanggil 6 Kepala sekolah dan Wali murid, untuk mempertanyakan kebenaran surat pernyataan itu,” janjinya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Kabid Dikdas pada UPT Pendidikan Talango, dana BSM yang dibagi rata pada semua siswa yang ada di 6 SD Talango, tidak diberikan berbentuk uang tunai. Melainkan dana bantuan BSM dibelikan seragam, seperti kaos olah raga, baju batik serta alat kelengkapan sekolah lainnya, sehingga dana bantuan bagi siswa miskin dinikmati semua siwa yang ada disekolah tersebut.

iklan hari santri

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Sumenep A Zubaidi, menyesalkan tindakan 6 kepala sekolah yang melakukan pemotongan dana BSM. Padahal, dana bantuan dari pemerintah harus diterima utuh oleh penerimanya. Namun karena alasan pemerataan, dana BSM yang seharusnya di terima masing-masing siswa sebesar Rp 405 ribu, hanya diberikan Rp 50 ribu hingga 200 ribu.

“Ini sudah tidak benar, masak dana BSM yang diterima penerima tidak sampai separuh. Padahal aturannya dana tersebut harus diterima utuh oleh penerima, dan tidak boleh pihak sekolah cawe-cawe dana bantuan itu,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dilapangan menyebutkan, di SDN Palasa I, dana BSM yang semestinya diterima siswa miskin sebesar Rp 405 ribu, hanya diberikan Rp 150 ribu bagi siswa kelas I hingga kelas V. Sedangkan siswa kelas VI hanya diberikan sebesar Rp 50 ribu oleh pihak sekolah.

Di SDN Esang II, SDN Kombang I dan SDN Padike II,masing-masing penerima BSM diberi dana Rp 200 ribu oleh pihak sekolah. Sedangkan di  SDN Talango 3, masing-masing penerima dana BSM hanya diberikan Rp 190 ribu.

Modusnya, setelah dana BSM cair, ada oknum guru yang sudah menunggu dan meminta uang BSM untuk diserahkan pada pihak sekolah.(udien/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.