oleh

Buat Anda yang Suka Wisata Horor, Jangan lewatkan 5 Wisata Horor di Sulawesi Selatan Berikut

PortalMadura.Com – Wisata Horor adalah wisata menegangkan yang hanya sebagioan orang saja yang menyukainya, alih-alih sebagai tempat berlibur yang menyenangkan, justru liburanmu akan menegangkan dan mengkhawatirkan. Namun bagi orang yang memang gemar mendalami hal-hal yang metafisik, biasanya tempat horor atau angker menjadi tempat yang paling sering dikunjungi.

Di Indonesia, banyak sekali tempat angker yang kerap dijadikan sebagai tempat wisata horor, salah satunya di Sulawesi Selatan. Dilansir dari idntimes.com, Kamis (3/6/2021) inilah 5 wisata horor di Sulawesi Selatan yang bisa Anda kunjungi:

Benteng Fort Rotterdam

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Kehororan tempat ini bermula dari kisah Sumiati, seorang perempuan yang diperkosa hingga dia frustasi dan bunuh diri. Berdasarkan cerita masyarakat sekitar, penghuni tempat ini akan marah ketika ada pengunjung yang berbaju merah.

Rumah Karunrung

Pada tahun 2003 lalu, rumah ini menjadi tempat pembunuhan. Berdasarkan cerita masyarakat setempat di rumah ini selalu muncul penampakan kuntilanak yang membawa dua orang anak juga sering terlihat di halaman rumah ini. Masyarakat setempat percaya bahwa kuntilanak itu adalah arwah korban pembunuhan yang jasadnya dibuang ke dalam sumur rumah ini. Selain itu, sering tercium bau anyir dari arah sumur tempat pembuangan jasad korban pembunuhan.

Gedung RRI Makassar

Meski termasuk pada deretan Tempat Angker, gedung RRI Makassar ini masih tetap aktif sampai sekarang. Menurut warga dan para pekerja di tempat ini sering kali melihat penampakan yang konon katanya sebagai penghuni gedung RRI Makassar. Sosok itu ialah seorang kakek dan anak-anak yang suaranya sering terdengar dari salah satu ruangan.

Kuburan Cina Antang

Penerangan yang minim dan sunyinya tempat ini ketika malam tiba semakin membuat Kuburan Cina Antang nampak menakutkan. Lebih -lebih tempat ini merupakan pemakaman, tak jarang masyarakat yang melintas di area pemakaman ini melihat sosok misterius seperti sosok anak kecil memegang sapu.

Monumen Westerling Makassar

Tempat ini dibangun untuk mengenang para korban yang dibantai oleh Kapten Raymond Paul Piere Westerling bersama pasukannya pada tahun 1947. Menurut kisah yang tersebar di masyarakat, sering kali tercium bau bangkai dan darah segar ketika berada di sekitar tempat ini. Suster ngesot juga kerap kali menampakkan wujudnya. Warga berpendapat korban-korban pembunuhan itu belum bisa menerima kematian mereka.

Rewriter : Fianolita Purnaningtias
Sumber : Idntimes.Com

Komentar