oleh

Budaya Ojung Bukan Tontonan Gratis Lagi

SUMENEP (PortalMadura) – Budaya Ojung yang kerap digelar selama musim kemarau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bukan sebuah tontonan gratis lagi. Tempo dulu, budaya Ojung ini digelar setiap musim kemarau dan pasca panen sebagai bentuk syukur, namun saat ini warga harus beli tiket.

Ojung digelar setiap hari Selasa sore di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep. Para pemaian maupun pengunjung datang dari berbagai kecamatan di Sumenep, bahkan ada yang dari wilayah Pamekasan.

Para pemainpun mendapat hadia bila dikatagorikan sebagai pemenang. Siapapun boleh
menjajal pertandingan tersebut. Karena lawan bisa langsung mencari di arena pertandingan. Sebelum bertanding, pihak panitia menfasilitasi untuk mengukur tinggi badan dengan lawan. Bila dianggap sebanding, maka dipersilahkan untuk mengadu kekuatan.

Hosen, salah seorang warga Batuputih, Sumenep mengatakan, penggemar Ojung tidak hanya dari kalangan tua. Melainkan, banyak pemain pemula yang mencoba menjajal kekuatan pukulan dan kekebalan tubuhnya.

“Yang menang, diberi hadia sekedarnya. Karena ini hiburan dan bentuk mempertahankan budaya lokal,” terangnya, Kamis (27/2/2014).(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.