oleh

Budaya Ojung Masih Digemari Warga

SUMENEP (PortalMadura) – Saling pukul menggunakan rotan bukan hal yang mengejutkan bagi masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur. Namun, ini adalah budaya turun temurun dari nenek moyang yang tetap dilestarikan hingga saat ini. Warga setempat menamakan OJUNG.

Sebelum bertanding, para pemain ojung menggunakan pembalut dari kain sarung ditangan kirinya dan diikat dengan tali. Tangan kiri itu, difungsikan untuk menahan pukulan lawan saat bertanding. Bagian kepala juga diberi pengaman agar rotan tidak menyentuh langsung dibagian yang membahayakan para pemain.

Rotan berukuran besar sepanjang 1 meter sebagai alat memukul itu, akan melukai pemain bila pukulan lawan menyasar kebagian belakang tubuh atau lengan. Karena, ujungnya dikemas bergigi. Budaya Ojung Bukan Tontonan Gratis Lagi

Di arena gelanggang 10×10 meter ini, saling mengadu kekuatan pukulan dan fisik serta kekebalan. Selama bertanding, iringan musik tradisional dan kidungan Madura dilantunkan oleh kelompok musik yang disebut OKOL. Saling Melukai, Budaya Ojung Masih Dilestarikan

Alat musik ini, terdiri dari 3 buah Dung-Dung yang terbuat dari akar pohon siwalan dan dilubangi bagian tengah, sehingga bunyinya seperti bas, dan kerca serta satu alat musik mirip kleningan dari kayu pilihan sebagai pengatur lagu serta dilengkapi dengan saronin bentuknya menyerupai terompet dan ditiup. Musik ini, menambah semarak budaya Ojung. Silahkan tonton video berikut.(htn)

http://youtu.be/Bh895AFuhE4


Komentar