Bunda, Ini 10 Kebiasaan yang Perlu Diajarkan pada Si Kecil Sebelum Remaja

  • Bagikan
Kebiasaan yang Perlu Diajarkan pada Si Kecil Sebelum Remaja
ilustrasi

PortalMadura.Com – Ketika anak masih bayi sampai balita, perhatian orang tua berperan penting bagi mereka. Namun, hal ini tidak berlaku lagi untuk anak yang berumur belasan tahun. Pasalnya, saat anak beranjak remaja pamor orang tua di mata anak bisa merosot turun, mereka terkadang lebih membutuhkan peran seorang teman.

Sebagaimana dikatakan oleh seorang dokter, bahwa ketika anak sudah besar, peran mengasuh anak semakin terbatas. Tetapi, dokter tersebut mengaku beruntung, karena telah menerapkan kebiasaan positif sejak kecil, yang akhirnya membentuk kepribadian anak. Sehingga, antara orang tua dan anak, tercipta hubungan yang harmonis.

Berikut sepuluh kebiasaan yang perlu diajarkan orang tua pada anak sebulum beranjak dewasa:

Makan Malam Bersama
Kunci pengasuhan sukses pada remaja salah satunya adalah tentang menyediakan waktu tatap muka dengan mereka. Orang tua perlu rajin memberi anak perhatian. Menetapkan kebiasaan untuk makan bersama sehari sekali dinilai cukup untuk menjalin komunikasi positif antara anak dan orang tua.

Letakkan Handphone saat Bersama Anak
Terutama saat makan malam. Meja makan semestinya menjadi area steril dari aktivitas gadget. Ini adalah saat anggota keluarga mencurahkan perhatian pada makanan dan saling berbagi cerita untuk membangun interaksi.

Sisihkan Waktu untuk Membicarakan Hari Mereka
Penting bagi anak untuk mendapat perhatian orang tua. Sesibuk apapun Anda dengan pekerjaan, sempatkan untuk bertanya setiap hari tentang bagaimana dia di sekolah, meski lewat pesan teks atau email.

Lakukan Kontak Fisik
Upayakan untuk senantiasa memberikan kontak fisik pada anak. Meski hanya berupa tepukan di pundak, membelai rambut. Tidak harus lama, tapi pastikan selalu ada.

Seorang psikolog anak dan keluarga, Virginia Satir, mengatakan bahwa orang-orang memerlukan empat pelukan sehari untuk merasa nyaman, delapan pelukan sehari untuk perawatan, dan dua belas pelukan per hari untuk pertumbuhan.

Update dengan Teknologi
Saat anak beranjak remaja, ia harus sudah terbiasa bahwa orang tua perlu tahu apapun aktivitasnya. Termasuk, game yang ia mainkan di gadget, video yang ia tonton, informasi yang ia akses. Untuk itu, Anda pun perlu update dengan penggunaan teknologi. Membiasakan ini sejak kecil tidak akan membuatnya canggung, ketika Anda memeriksa gadgetnya ketika sudah remaja.

Luangkan Waktu bersama Teman Mereka
Sesekali luangkan waktu untuk piknik bersama anak dengan mengajak temannya. Hal ini adalah kebiasaan baik untuk mempererat kedekatan hubungan anak dan orang tua.

Pahami Minat Anak
Anak mungkin bercerita dengan sangat antusias tentang betapa sulitnya ia merangkai puzzle Doraemon, dan kemudian berhasil, karena memang sudah diulang-ulang puluhan kali. Lantas, cerita itu berpotensi membuat Anda bosan.

Tetapi, tetap tunjukkan sikap bahwa Anda bersedia memahami sesuatu yang penting bagi mereka. Hal ini, adalah pembangun hubungan besar yang akan berlanjut sampai usia remaja.

Temukan Hobi untuk Berbagi
Ini penting untuk membangun ikatan hubungan Anda dengan anak. Anda bisa mengajaknya mengikuti hobi lari Anda, atau Anda yang mengikuti hobi menggambarnya.

Antar Mereka ke Tempat Tidur
Kebiasaan mengasuh konvensional berpendapat bahwa tiga menit pertama setelah anak-anak terbangun dan tiga menit terakhir sebelum mereka tidur, adalah waktu terbaik untuk menjalin hubungan dengan mereka.

Anda bisa menemaninya sebentar di ranjang, dan lihat apa yang terjadi. Biasanya anak akan bercerita apa saja yang ia alami seharian. Ternyata, si pra remaja hanya ingin bicara, mereka mau didengarkan. Dengan Anda bersedia menemaninya, akan membangun simpul memori pada anak bahwa Anda adalah orang tua yang selalu hadir untuknya.

Berikan Penghargaan Meski Anak Gagal
Beri ruang pada anak untuk mencoba menaklukkan tantangannya sendiri. Ketika ia menyerahkan selembar nilai ujian, mungkin Anda akan mendapati nilai empat. Jangan buru-buru memarahi. Katakan, “Selamat, ya. Sudah dapat nilai empat. Lebih baik dari minggu lalu, dapat tiga. Berarti besok diperbaiki lagi jadi lima. Pasti bisa, ya!” Hal kecil seperti itu yang harus selalu orang tua terapkan. (viva.co.id/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.