Bunda, Ini 3 Cara Efektif Ajarkan Anak Puasa Ramadan Pertama Kalinya

Bunda, Ini 3 Cara Efektif Ajarkan Anak Puasa Ramadan Pertama Kalinya
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Puasa Ramadan tinggal hitungan hari. Bagi seseorang yang menjalaninya, tentu perlu melakukan persiapan untuk menyambut bulan yang penuh rahmat dan berkah tersebut. Selain itu, orang tua juga wajib mengenalkan puasa pada buah hatinya di rumah.

Pada dasarnya, anak yang masih kecil atau belum balig memang tidak diwajibkan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Hanya saja, tidak ada salahnya jika Anda mulai mengenalkan anak pada kewajiban berpuasa pada bulan Ramadan.

Jika tahun sekarang adalah tahun pertama anak diajarkan untuk berpuasa Ramadan, pastikan untuk mengajarkan puasa tersebut dengan sebaik mungkin. Hindari memaksa anak berpuasa jika memang si kecil belum kuat berpuasa. Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak puasa Ramadan.

Baca Juga: Moms, Ini 7 Cara Ajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini

Berikut ini tiga cara mengajarkan anak puasa Ramadan untuk pertama kalinya:

Berikan Contoh
Cara paling mudah untuk mengajarkan anak berpuasa adalah memberinya contoh. Jika ingin anak berpuasa, pastikan jika Anda dan suami serta semua keluarga di rumah berpuasa. Tanpa meminta anak berpuasa, ketika anak melihat orang tua dan keluarganya berpuasa, si kecil akan tertarik mengenal lebih dalam apa itu puasa. Anak pun juga akan tertarik untuk mulai belajar berpuasa.

Jangan Memaksa Anak
Tidak perlu memaksa anak untuk melakukan puasa jika memang si kecil belum kuat. Mulai mengajari anak puasa seperempat hari, setengah hari dan sehari penuh. Coba ajari dengan membatasi porsi makan dan minum anak selama jam puasa.

Batasi juga makanan apa yang boleh dimakan selama jam puasa. Sebaiknya, mintalah anak menghindari makanan yang disukai si kecil selama jam puasa.

Beri Penghargaan
Jika anak berhasil menjalankan puasa, berilah si kecil penghargaan. Penghargaan ini bisa dengan mengucapkan terima kasih dan selamat, memasakkan masakan kesukaan anak di jam berbuka serta sahur atau memberinya hadiah yang sudah lama diinginkannya.

Kendatipun memberi penghargaan disarankan, sebaiknya penghargaan tersebut tidak dilakukan secara berlebihan. Anak yang terbiasa mendapat penghargaan akan menganggap apa yang dilakukannya hanya sebatas untuk mendapat penghargaan saja. Selamat mencoba, Bunda!


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.