oleh

Bunda, Ini 4 Hal yang Bisa Anda Ajarkan pada Anak dari Pilkada Serentak 2018

PortalMadura.Com – Orang tua bisa mengajarkan berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini sebagai sumber anak untuk belajar, termasuk mengenai pilkada serentak yang baru saja selesai digelar. Biasanya, hal yang menjadi perhatian anak-anak adalah tinta yang ada di kelingking sebagai tanda orang dewasa sudah menyoblos.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa orang tua obrolin sama anak dan pelan-pelan hal itu bisa jadi pelajaran buat anak. Karena dalam kehidupan anak, mereka juga sudah mulai belajar memilih. Misalnya, ketika di sekolah anak diminta memilih ketua kelasnya. Mirip dengan pilkada, bukan?.

Nah, berikut empat hal yang bisa dipelajari anak dari momen pilkada serentak 2018:

Menghargai Pilihan Orang Lain
Di usia 2 tahunan anak sudah bisa menentukan pilihan. Nah, ketika anak menentukan pilihannya, kata psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, Anda bisa menghargai pilihan anak. Jangan langsung men-judge atau meng-cut pilihan mereka. Dengan begini, anak akan belajar menghargai pilihan orang lain juga.

Termasuk di momen pilkada, masing-masing orang pasti punya kepala daerah pilihannya. Nah, di sini Anda bisa sampaikan ke anak bahwa setiap orang berhak punya pilihan dan pilihan tersebut perlu Anda hargai.

Mentaati Aturan
Profesor psikologi pendidikan di University of Alberta, Edmonton, Christina Rinaldi mengatakan, di umur 6 tahun anak sudah mulai memahami aturan dalam sebuah kompetisi. Kemampuan anak memahami aturan juga sudah berkembang dan dia mulai bisa mentaati peraturan.

Nah, lewat pilkada serentak ini Anda bisa mengajak anak ke TPS. Anda jelaskan ke anak bahwa saat pemungutan suara pun ada aturan yang perlu ditaati. Ya, ada prosedur yang mesti diikuti, yaitu Andamenyerahkan surat undangan memilih, setalh itu harus antre dulu sebelum akhirnya masuk ke bilik suara untuk mencoblos. Anda juga bisa mengajari budaya antre pada si kecil.

Berkompetisi dengan Sehat
Lewat momen Pilkada serentak kali ini, orang tua juga bisa mengajari anak untuk berkompetisi dengan sehat. Ya, dalam pilkada ada aturan kampanye dan itu tidak boleh dilanggar. Dengan memberi tahu itu, anak bisa paham bahwa ketika bersaing Anda harus memakai cara yang sehat dan mentaati aturan yang ada.

Menerima Kekalahan
Dalam pilkada sudah pasti ada pihak yang kalah. Nah, di sini Anda bisa mengajari anak tentang menerima kekalahan. Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani yang akrab disapa Nina mengatakan, soal menerima kekalahan Anda bisa sampaikan ke anak bahwa dalam sebuah kompetisi kalah dan menang itu biasa.

Anda juga bisa bilang bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Ya, ketika kalah dalam sebuah kompetisi Anda bisa mencobanya di lain kesempatan. Dari kekalahan yang terjadi anak juga bisa belajar bahwa tidak selamanya sesuatu dalam hidup ini sesuai dengan yang Anda harapkan. (haibunda.com/Salimah)


Tirto.ID
Loading...

Komentar