oleh

Bunda, Ini 8 Cara Efektif Ajari Anak Mengatur Waktu Sejak Dini

PortalMadura.Com – Orang tua yang punya kesibukan setiap harinya pasti memiliki interaksi dengan keluarga yang minim. Sehingga, hal ini membuat mereka jarang bertemu dan bisa menimbulkan kenakalan anak karena kurangnya komunikasi dengan orang tua.

Akan tetapi orang tua tidak perlu khawatir, menurut seorang psikolog anak yang juga Co – Founder Children Cafe, Nuri Indira Dewi, ada cara mengoptimalkan waktu sempit untuk interaksi berkualitas, tidak hanya orang tua yang harus mengatur waktu. Anak juga perlu diajarkan mengatur waktunya.

Selamat Ibadah Puasa

“Orang tua memiliki kegiatan dan kewajiban sendiri, misalnya bekerja. Begitu pula anak-anak, misalnya sekolah, les, bermain, dan lainnya. Apabila waktunya tidak diatur maka dapat mengurangi frekuensi maupun intensitas interaksi antara orang tua dan anak,” ujarnya.

Dengan pengaturan waktu, kata Nuri, anak-anak memiliki struktur yang membuat mereka lebih mudah memperkirakan apa yang akan terjadi. Kemampuan merencanakan, memprediksi, hingga mengantisipasi, membuat anak-anak tahu apa yang diharapkan dari mereka dan perilaku apa yang dapat mereka tampilkan.

Selain itu, lanjut Nuri, kemampuan mengatur waktu sejak awal dapat membuat anak-anak kelak menjadi orang dewasa yang efisien dan lebih terorganisir.

Untuk itu, berikut ini delapan cara mengajari anak mengatur waktu:

Membuat Daftar Kegiatan Anak
Orang tua perlu membuatkan daftar kegiatan harian anak mulai dari bangun tidur di pagi hari sampai tidur kembali di malam hari. “Letakkan di tempat yang mudah dilihat anak,” saran Nuri.

Buatkan Jadwal Anak dalam Bentuk Gambar
Anak-anak usia batita yang belum mengenal huruf dan angka bisa dibuatkan jadwal dalam bentuk gambar. Misalnya, waktu makan diwakili dengan gambar piring dan sendok, waktu mandi dengan gambar sabun dan sampo, waktu bermain dengan gambar boneka atau mobil-mobilan. Cobalah menempelkannya di dinding kamar secara berurutan.

Anak di usia tersebut sudah diketahui belum perlu diajari tentang konsep jam, misalnya jam 1, jam 12 dan seterusnya. Namun, tidak ada salahnya menyebutkan range waktu untuk kegiatan tertentu.

“Misalnya, sambil menunjukkan gambar piring dan sendok kita dapat mengatakan, ‘Sekarang kita akan makan, waktunya 20 menit ya’ atau ‘Adek, kita punya 1 jam untuk bermain bebas, yuk pilih mau main apa’, sambil menunjukkan gambar boneka atau mobil-mobilan,” tutur Nuri.

Selalu Sebutkan Nama Kegiatan Setiap Kali Pergantian Waktu
Orang tua perlu selalu menyebutkan nama-nama kegiatan anak setiap kali pergantian waktu. Misalnya, dengan menunjukkan gambar jadwal yang terpasang di dinding. Contohnya dengan mengatakan, ‘Karena kamu sudah selesai mandi, sekarang kita bisa sarapan deh’.

Mengajarkan Anak untuk Konsisten dalam Aktivitasnya
Cara keempat, yaitu bisa dilakukan agenda rutin dengan konsisten, baik urutan maupun durasinya. Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak bosan.

Membuat Kegiatan Anak yang Bervariasi
“Namun jangan mengubah urutannya. Misalnya, jika kita sudah menentukan setelah mandi, anak bisa makan, baru bermain. Maka berikan pilihan yang berbeda-beda saat bermain. Seperti hari ini bermain peran, besok bermain play dough, hari berikutnya boleh bermain bola. Tetapi harus diingat, bermain tetap dilakukan setelah anak selesai makan,” jelas Nuri.

Buatkan Jadwal dalam Bentuk Tulisan dengan Kombinasi Gambar untuk Anak yang Lebih Besar
Untuk anak-anak yang lebih besar yang sudah mengenal huruf, cara lainnya dapat diberikan jadwal harian dalam bentuk tulisan dan kombinasi gambar, serta mengajak anak ikut menyusun jadwal mereka. Apabila ada perubahan jadwal yang tiba-tiba, cara selanjutnya segera informasikan ke anak mengapa jadwalnya berubah dan katakan bahwa besok akan kembali lagi seperti semula.

Beritahu Anak Terlebih Dahulu Jika Ada Kegiatan Lain
Ketika sudah ada rencana kegiatan lain dari jauh-jauh hari, anak bisa diberi tahu sejak beberapa hari sebelumnya.

Kalau Ibu Bekerja Maka Bisa Maksimalkan di Pagi Hari
“Selalu bangun 15-30 menit lebih awal agar bisa menyiapkan segala sesuatu sebelum anak sekolah, misalnya mandi lebih dulu, menyiapkan air hangat untuk anak mandi, sarapan, seragam, dan sebagainya. Sarapan bersama dan mengantar anak ke sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk ngobrol dengan anak,” tutur Nuri. (liputan6.com/Salimah)


Komentar