oleh

Bunda, Kenali Penyebab Anak Anda Tak Sopan dan Kasar

PortalMadura.Com – Saat usia anak makin bertambah, misalnya ketika berusia enam tahun, tentu saja ada kelakukan mereka yang mungkin membuat orang tua emosi. Seperti mulai menjadi anak yang tidak sopan dan kasar. Hal ini pasti membuat orang tua bertanya-tanya kenapa si kecil bisa berubah jadi anak yang tidak sopan, melansir dari Haibunda.com, Minggu (5/1/2020).

“Bertindak tidak sopan bisa menjadi cara anak berkomunikasi ketika sistem sensoriknya mendapat rangsangan berlebihan,” tulis seorang psikolog, Lynne Kenney, dan konsultan kesehatan mental anak usia dini, Wendy Young, dalam bukunya yang berjudul “50 Panduan Mengasuh Anak yang Sulit Diatur”.

Menurut Kenney, ketidaksopanan yang dilakukan anak juga bisa muncul dari perasaan sedih, kehilangan, kesendirian, tidak bahagia, marah, jengkel, frustasi, dan hal yang tidak disukai. Atau bahkan hilangnya rasa hormat atau gangguan emosional.

“Dalam keluarga jadikan sikap menghormati sebagai nilai utama yang diberitahukan dan dicontohkan oleh orang tua dan anak-anak,” ujarnya.

Terkadang orang tua malah berpikir anak sedang banyak tingkah dengan bersikap tidak sopan. Akan tetapi, Kenney mengingatkan, dibandingkan berpikir demikian, orang tua sebaiknya berpikir kalau anak sedang mencoba berkomunikasi tapi tidak memiliki kata-kata.

Tindakan tidak sopan itu, lanjut Kenney, mungkin merupakan cerminan dari anak-anak yang belum memiliki kosakata atau wawasan emosional.

“Ketika anak-anak berperilaku tidak sopan, hal itu boleh jadi sebagai usaha terakhirnya untuk mendapatkan keinginannya,” ungkap Kenney.

Baca Juga: Bunda, Ini 6 Cara Atasi Anak yang Berkata Kasar di Hadapan Orang Lain

Lalu, langkah seperti apa yang perlu dilakukan orang tua untuk menghentikannya?. Umumnya, reaksi pertama orang tua itu adalah menghukum anak. Namun, jika orang tua sampai berkali-kali memberikan hukuman karena perilaku tidak sopan, menurut Kenney, jelas hukuman itu tidak efektif mengubah perilakunya.

Sebaiknya, orang tua bersikap lebih peka terhadap anak, dengan mengakui perasaannya, dan membiarkan anak menstabilkan dirinya. Kalau si kecil tidak berubah, Kenney menyarankan orang tua untuk memerhatikan perilaku masing-masing. Orang tua mungkin tidak menyadari masih berkomunikasi secara kasar, tidak baik, tidak sopan, merendahkan, atau sarkastis.

“Kita tidak dapat mengharapkan anak-anak menggunakan bahasa tubuh nonverbal yang baik dan nada ucapan yang penuh kasih jika mereka tidak melihat rasa hormat dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tegas Kenney.

Namun, bila anak tetap berperilaku tidak sopan sebaiknya jangan dibiarkan. Seorang psikoterapis, Amy Morin mengatakan, perilaku anak yang tidak sopan dan dibiarkan bakal makin buruk. Ke depannya, orang tua bisa saja menemukan si kecil berperilaku seperti memanggil orang yang lebih tua dengan nama, mengabaikan aturan, atau melawan secara fisik.

“Rasa tidak hormat anak Anda mungkin merupakan pertanda dia butuh bantuan untuk mempelajari cara-cara yang pantas secara sosial untuk mengelola amarah, mengatasi frustrasi, dan berkomunikasi secara efektif,” ungkapnya.

Rewriter : Salimah
Sumber : haibunda.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.