‘Bungker’ Bala Tentara Nippon di Sumenep Yang Terabaikan

Avatar of PortalMadura.com
'Bungker' Bala Tentara Nippon di Sumenep Yang Terabaikan
Salah satu Bungker Tentara Nippon di wilayah Kalianget, Sumenep (sumeneptempodulu.or.id)

PortalMadura.Com, Sumenep – ‘Bungker’ bala Tentara Nippon di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, nyaris terabaikan atau bahkan terlupakan.

Menyebut ‘Bungker’, (Bunker/Bangker) bisa saja ada yang belum tahu benda apa itu?. Dari catatan sumeneptempodulu.or.id, ada 3 Bungker yang ditemukan pada tahun 2013.

Meliputi, Bungker di Lapangan Merdeka Kalianget dan di Dusun Tambangan, tepatnya di belakang Dermaga III Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Apa itu Bungker? adalah tempat berlindung bala Tentara Nippon Jepang yang dibangun pada perang dunia ke-2

Wujud Bungker yang ada di wilayah Kalianget, komunitas Sumenep Tempo Dulu menyebutkan, bangunan itu terbuat dari beton dengan material kerikil dan besi.

Ada dua macam bentuk Bungker di Kalianget. Ada yang setengah lingkaran, ada yang lingkaran utuh. Semuanya dilengkapi dengan lubang bidik yang mengarah ke bibir pantai.

Baca Juga:  Atap Sandar Samping Gedung DPRD Sumenep Ambruk

Kondisi pintunya berukuran kecil yang berada di sisi berlawanan. Ruangan Bungker juga terbatas. Kemungkinan hanya bisa menampung 2 personel militer Jepang.

Bala Tentara Nippon

Bala Tentara Nippon adalah sebutan resmi pemerintahan militer pada masa pemerintahan Jepang.

Dalam UUD nomor 1 tanggal 7 Maret 1942, Tentara Nippon memegang kekuasaan militer sekaligus segala kekuasaan yang dulunya dipegang oleh Gubernur Jenderal Belanda.

Bala Tentara Nippon berencana memperbaiki nasib rakyat Indonesia melalui propaganda dengan gerakan 3A. Yaitu, Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia.

Faktanya tidak demikian, rakyat pribumi yang dijadikan tentara justru dijadikan tenaga kerja paksa atau romusha (rumusa, Madura).

Bungker Bala Tentara Nippon Jadi Obyek Wisata

Baca Juga:  Bendum BMI, Kaisar: Ayo Himpun Segenap Potensi Pemuda Madura

Salah satu kabupaten di Indonesia, yakni Kabupaten Simeulue, Aceh, justru mengembangkan Bungker bala Tentara Nippon itu menjadi obyek wisata.

Sejumlah desa yang ada bangunan Bungker dikemas menjadi wisata sejarah. PortalMadura.Com melansir liputan6.com, disebutkan, Desa Labuan Bakti, Desa Labuan Bajau, Desa Sua-Sua.

Kemudian, Desa Hulu Sua-Sua, Desa Kampung Aie, Desa Araban, Desa Babang, Desa Lugu, Desa Suak Baru, Desa Gunung Menggek, Desa Naibos, dan Desa Malasin.

Bungker-bungker Tentara Jepang itu dipugar dan dimasukkan pada buku panduan wisata sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung.(*)

Respon (1)

  1. Betul, seperti Bangker yg di Bukit Tinggi Padang Sumbar, dengan nama Guwa Jepang yg di dlm nya berbentuk seperti Penjara penjara kecil utk penyiksaan tahanan yg ke tangkep disiksa seehingga klo malem malem tertentu, ada keajaiban yang aneh aneh, lha lokasi pas ditengah kota Bikit Tinggi dekat dgn Jam Gadang
    Lha ini di jadikan Objek Wisata. Begitu juga yg di Sumenep, Xanget ini perlu di berdaya kan Benteng Peninggalan Blanda di Desa Kalimo’ok yg dibabgun th 18…. Lha ini sangat perlu di berdayakan, krn ini Aset yg perlu dilestarikan, utk ini perlu WAKAF PENEMBAHAN SUMOLO Sumenep utk mngajak Dinas Budaya periwisata dan Pemuda dan Olah Raga. Karena ini sangat
    Perlu utk di lestarikan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.