oleh

Bupati Sumenep Ancam Bongkar Paksa Tambak Dekat Wisata Lombang

PortalMadura.Com, Sumenep – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim mengamcam akan membongkar paksa tambak milik warga yang dekat dengan pantai wisata Lombang, Kecamatan Batang-batang.

“Jangan macam-macam. Kalau maksa akan saya bongkar tambak itu. Ingat ya,” tegas orang nomor satu di Sumenep pada momen media gathering dan temu para pelaku usaha pariwisata se-Indonesia di pendopo Keraton Sumenep.

iklan pilbup

Saat itu, Sabtu malam (14/4/2018) politisi PKB ini tengah memaparkan potensi wisata Sumenep. Saat melontarkan ancaman tersebut, sambil menoleh pada tempat duduk bagian tengah yang mayoritas di tempati Forpimda, tokoh masyarakat, anggota dewan, pejabat dan undangan lainnya.

Busyro tidak menyebutkan siapa pemilik lahan tambak udang yang dibangun di sebelah barat dan dekat dengan area destinasi Pantai Wisata Lombang tersebut.

Penelusuran PortalMadura.Com, Selasa (17/4/2018), tambak seluas 3,5 hektar itu milik warga setempat, H. Masdawi yang rumahnya disebelah jalan pintu masuk Pantai Lombang.

Masdawi ‘Tantang’ Keseriusan Bupati Membangun Wisata Lombang

Rupanya, H. Masdawi merasa disindir oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim tentang tambak yang dekat dengan Pantai Wisata Lombang. Pria yang juga legislator asal Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Sumenep V itu mendengar langsung ancaman tersebut.

“Saya kan hadir, ya saya mendengar langsung. Begini saja la, saya tunggu keseriusan bupati dalam membangun pariwisata Sumenep, khususnya Pantai Lombang,” tegas Masdawi pada wartawan di Kantor DPRD Sumenep.

Ia mengaku sengaja membangun tambak di dekat wisata Pantai Lombang. “Itu wujud protes saya sebagai warga yang dekat dengan wisata Pantai Lombang. Kehadiran pemerintah selama ini dimana?. Toh, Lombang itu menghasilkan PAD. Tetapi, peran dan fungsi dari pemerintah daerah terhadap wisata Lombang tidak ada,” tudingnya.

Bahkan, Masdawi mengungkapkan, pantai Lombang awalnya dibangun oleh masyarakat setempat yang hingga akhirnya dikelola oleh pemerintah daerah.

“Selama 20 tahun saya bersama warga membangun Lombang. Tetapi, setelah dikelola oleh pemerintah belum ada timbal balik yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar. Warga sekitar jangan dilupakan. Siapa yang akan menjaga dan merawat serta mengamankan situasi pantai Lombang jika bukan warga setempat,” ujarnya.

Pembangunan tambak sebagai wujud protes agar pemerintah daerah memperhatikan dan terus membangun pantai Lombang yang berdampak positif pada warga sekitar.

“Gak usa bupati yang membongkar tambak saya. Saya sendiri yang akan membongkar asal pemerintah daerah serius untuk membangun dan mengelola wisata Lombang. Libatkan warga sekitar dengan berpedoman pada kearifan lokal. Jangan sampai lahan itu dikuasai investor, saya tidak rela,” tandasnya.

“Ketimbang lahan saya nganggur bertahun-tahun dengan ketidakjelasan pembangunan wisata Lombang, kan lebih baik dibuat tambak dan yang bekerja ya warga. Kan bermanfaat buat lingkungan,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep kini sedang membangun dan mempromosikan destinasi wisata melalui program unggulannya, Visit Sumenep 2018. Sedikitnya 42 even yang akan digelar sepanjang tahun 2018, baik internasional, nasional dan regional.(Hartono)


Tirto.ID
Loading...

Komentar