oleh

Buta Aksara di Bangkalan Masih Tinggi

BANGKALAN (PortalMadura) – Pemberantasan buta aksara di Kabupaten Bangkalan, Madura dinilai masih belum maksimal diterapkan. Hal itu, disampaikan oleh Ismail Hasan, Anggota Komisi D, DPRD setempat.

“Sampai saat ini, angka buta aksara masih mencapai 85 ribu orang. Artinya, program Keaksaraan fungsional (KF) belum mampu memperkecil angka buta aksara,” tegas Ismail, Minggu (6/10/2013).

Menurut dia, program KF itu merupakan salah satu penunjang agar masyarakat bisa membaca dan juga menulis. “Saya yakin, jika terus belajar pasti bisa. Tetapi, kenyataannya hanya sedikit dari ribuan masyarakat yang bisa membaca dan menulis,” katanya.

Dia memprediksi, jika program KF tidak maksimal dilakukan ditengah kehidupan masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan  angka buta aksara terus akan bertambah setiap tahunnya.

“Saya harap program KF benar-benar dilaksanakan dengan baik dan benar,” pintanya.

Dia menjelaskan, sebetulnya Dinas Pendidikan hanya menjadi fasilitator. Pihak legislatif juga ikut berperan aktif, baik dalam melakukan pemantauan kinerja setiap organisasi, seperti PKK, Fatayat dan PKPN, selaku penyelenggara dalam program KF tersebut.

Salah seorang warga Bangkalan, Achmad Mustakim, menyatakan bahwa program KF sudah ada dampak positif ditengah kehidupan masyarakat.

“Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 lalu, angka buta aksara melebihi dari 85 ribu orang. Jadi, 85 ribu orang itu, sisa dari tahun yang kemarin, ” terangnya.

Dia memperkirakan, pada tahun 2013 ini, ada sekitar 5.400 masyarakat sudah bisa membaca dan menulis. “Ini sudah ada perkembangan bagus dalam program KF di Bangkalan,” pungkasnya.(pena/htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.