oleh

Camat Batang-Batang “Menghilang”, Kantornya Dikepung Warga, Minta Sapi Hilang Diganti

PortalMadura.Com, Sumenep – Camat Batang-Batang, Joko Suwarno, Kab. Sumenep, Madura, Jatim, rupanya sedang tidak di kantornya, Kamis (19/8/2021).

Sedangkan kantornya dikepung warga. Mereka tergabung dalam Pemuda Peduli Sumenep (PPS) melakukan aksi.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Kemarahan warga itu, pasca video viral camat yang menyampaikan “Keco’ Sapena” (curi sapinya) milik warga yang tidak mau divaksin.

Warga pun meminta agar camat mengganti sapi warga yang hilang. Keinginan ini dituangkan dalam sebuah banner dan pada orasinya.

Warga menilai aksi pencurian sapi terjadi imbas dari video Camat Batang-Batang tersebut.

Sekretaris Camat Batang-Batang, Sumenep, Achmad Rusdi berdalih tidak memiliki wewenang atas tuntutan Pemuda Peduli Sumenep (PPS) yang disampaikan melalui aksi.

“Saya tidak memiliki wewenang apapun yang terjadi. Yang berhak atas ini adalah Bupati, Inspektorat dan BKPSDM,” dalihnya.

Menurutnya, pihaknya hanya sebatas menjelaskan bahwa hal tersebut telah ditangani pihak terkait yang memiliki wewenang menindaklanjuti.

“Pak Camat kemarin sudah dipanggil ke Inspektorat, hari ini menghadap ke Pak Sekda dan Bupati,” katanya.

Disinggung soal hilangnya sapi milik warga pasca viral video Camat “Keco’ Sapena” (curi sapinya) warga yang tidak mau divaksin, pihaknya mengatakan tidak wajar jika minta ganti kepada pihak kecamatan.

“Tidak wajar menurut saya, perlakuan ini sepihak. Di Batang-Batang kehilangan sapi tidak hanya saat ini, melainkan sebelumnya juga pernah mengalami hal yang sama,” dalihnya.

Tonton Juga : Camat Batang- Batang Bilang Guyonan

Aksi Pemuda Peduli Sumenep (PPS) pada Kamis (19/8) mengepung Kantor Camat Batang-batang, Sumenep juga memdesak Camat mundur dari jabatannya karena dinilai bodoh atas ucapanya yang sempat viral di grup-grup percakapan.(*)

Tonton Juga : video ‘Keco’ sapena’

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar