oleh

Candin, Panorama Cantik Pulau Mandangin Sampang

PortalMadura.Com, Sampang – Mirip view destinasi wisata Tanah Lot, Bali. Begitu sekilas penampakan panorama alam Candin di Pulau Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur. Hanya saja, tak ada pure di atasnya.

Di sekitar panorama alam itu, tumbuh banyak pepohonan dan rerumputan hijau. Muda-mudi biasa nongkrong di tempat ini.

Selamat Ibadah Puasa

Masih ada sisa-sisa pasir putih dan hamparan batu karang. Namun, tumpukan pasir dan potongan batu karang di pinggiran pantai pertanda alam di daerah ini telah dieksploitasi.

Melihat ke Utara, Pulau Madura sisi Sampang menjadi sajian tambahan pemandangan. Juga, lalu lalang sampan nelayan tak kalah menyejukkan mata. Jelas tempat ini memiliki nilai jual jika dijadikan destinasi wisata. Akan tetapi, belum ada pihak yang mengelola.

Sedikit sentuhan saja, seperti peningkatan akses jalan. Bisa jadi, pelancong akan ramai berkunjung ke tempat ini. Wisatawan lokal, domestik, bahkan bisa saja hingga dari mancanegara. Satu lagi, transportasi wisata. Karena untuk menuju Candin, cukup jauh untuk dilalui dengan jalan kaki.

Akses menuju Pulau Mandangin kini terbilang cukup mudah. Bisa menggunakan jasa penyeberangan kapal dari Pelabuhan Tanglok. Tiket kapal hanya Rp 10 ribu. Penyeberangan tujuan Pulau Mandangin juga bisa melalui Pelabuhan Taddan Sampang menggunakan kapal Fery. Tiketnya, Rp 5 ribu.

Candin Panorama Cantik Pulau Mandangin Sampang2
Pulau Mandangin (Foto Badri Stiawan @portalmadura.com)

“Dulu Candin ini pantainya bagus. Tapi mulai sekitar tahun 2000-an, mulai ada pengerukan pasir. Termasuk batu-batu karangnya diambil,” ujar Didik, salah satu warga yang berkunjung ke lokasi tersebut, Selasa (24/11/2020).

Rencana untuk mengelola Candin menjadi salah satu destinasi wisata di Mandangin rupanya sudah ada. Masih rencana. Tahun 2020, mengangkat Pasarean Bangsacara yang jadi fokus pemerintah desa Pulau Mandangin untuk jadi objek wisata.

Ada potensi wisata lagi di Pulau Mandangin. Pantai pasir putih dengan luas sekitar 2 hektar di sisi Barat Pulau. Tempat ini juga belum dikelola. Beberapa faktor melatarbelakangi tidak dimanfaatkannya potensi-potensi tersebut.

“Menunggu anggaran. Dari APBD atau APBN. Kalau dari dana desa, tidak cukup,” kata Kepala Desa Pulau Mandangin Saiful Anam.

Kendala utamanya, menurut dia, masyarakat Pulau Mandangin. Sebagian penduduk di Pulau yang memiliki tokoh legenda Bangsacara itu beranggapan destinasi wisata alam hanya akan membawa dampak kurang baik. Apalagi wisata pantai. Masyarakat masih beranggapan jika wisatawan yang datang bisa merusak nilai kearifan lokal.

Padahal, kata Saiful, adanya destinasi wisata akan mengangkat perekonomian masyarakat. Sehingga, pendapatan masyarakat Pulau Mandangin tidak hanya dominan pada sektor hasil laut saja. Termasuk membuka peluang kerja baru.

Tidak dipungkiri, rencana pemanfaatan potensi wisata alam di Pulau Mandangin masih terjadi pro dan kontra. Oleh karena itu, pihaknya mengaku masih terus berupaya bermusyawarah dengan tokoh masyarakat setempat. Sempat didirikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), namun dukungan dari masyarakat belum penuh.

“Kami masih terus berupaya,” ucap pria yang kesehariannya juga mengais rejeki di laut itu.(*)

Tonton Juga : Asyiknya BBQ di Wisata Pantai eKasoghi Sumenep

Penulis : Badri Stiawan
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar