oleh

Cara Aman Hindari Link Palsu yang Berujung Penipuan

PortalMadura.Com – Apakah Anda pernah mendapatkan sebuah link atau tautan yang terlalu panjang?. Biasanya link ini beredar melalui pesan berantai di media sosial, ada juga yang ditemukan di dalam SMS spam. Ingat, Anda perlu berhati-hati dengan link tersebut, karena bisa jadi merupakan link palsu.

Dengan kata lain, link panjang atau aneh itu bisa jadi adalah alamat web palsu yang digunakan untuk penipuan oleh orang tidak bertanggung jawab. Secara sederhana, biasanya link penipuan itu disertai dengan embel-embel memenangkan sejumlah hadiah untuk menarik perhatian korbannya.

Tahukah Anda?. Link palsu itu bisa berdampak pada berbagai aspek, baik data pribadi, akun media sosial, kebiasaan penggunaan perangkat, hingga nominal uang dari peretasan atau penipuan. Nah, untuk menghindari risiko dari link palsu tersebut, lakukan tips keamanan berikut ini, seperti dilansir Liputan6.com dari Online Tech Tips:

Check URL

Salah satu bentuk link penipuan biasanya penipu penggunakan generator link untuk membuat link jadi lebih singkat. Anda bisa menggunakan plugin browser untuk mengecek atau kunjungi laman CheckShortURL untuk memeriksa kelengkapan link yang dicurigai.

Bila URL membawa nama sebuah bank tempat Anda menyimpan uang, pastikan link website tidak ada tanda tambahan yang mencurigakan. Anda bisa mengonfirmasi ke customer service terkait link yang Anda terima untuk memastikan keasliannya.

Decoder URL

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan URL Decoder untuk memecahkan kode link dengan string karakter aneh yang biasa digunakan oleh beberapa distributor malware.

Fungsinya untuk mengungkap link yang ditutupi oleh hacker tadi. URL Decoder akan mengungkapkan tujuan link sebenarnya, jadi Anda tidak akan terjebak.

Aktifkan opsi pemindaian aktif atau real-time di perangkat lunak antivirus atau anti-malware di perangkat Anda untuk menangkap malware sebelum berhasil memengaruhi sistem komputer atau perangkat.

Update Software

Perbarui perangkat lunak antivirus dan anti-malware yang dipasang pada perangkat laptop atau PC. Pada dasarnya, setiap waktu virus atau malware akan selalu melakukan update untuk menyesuaikan celah keamanan pada sebagian besar perangkat.

Dengan demikian, antivirus yang up-to-date akan lebih memproteksi perangkat dari serangan-serangan malware. Anda juga dapat mengatur software untuk update otomatis secara teratur dan memeriksa tanggal update terakhir untuk memastikan.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Liputan6.com

Komentar